Istri Minta Jatah 9 Kali Sehari, Suami Ini Pilih Cerai Setelah Jalani Rumah Tangga 5 Bulan


TULUNGAGUNG – Moh Hufron Efendi, Sekertaris PBH Peradi Tulungagung ini begitu lebar senyumnya setelah menyelesaikan perkara unik dari kliennya. Pasalnya, dirinya baru saja merampungkan kasus perceraian yang sedikit tak biasa dari kliennya.

“Alhamdulillah plong, kasus yang membuat saya harus berpikir sekaligus membuat perut saya sedikit kaku karena menahan tawa,” kata Moh Hufron Efendi, pengacara muda yang juga aktif di Gerak Pemuda Ansor ini, Rabu (12/08/2020).


Lanjutnya, seorang suami yang menjadi kliennya datang dari salah satu desa di Kecamatan Boyolangu saat mendatanginya terlihat begitu frustasi. Alasannya, istri yang sebenarnya dicintainya selalu meminta jatah batin (itutuh…) sembilan kali sehari.


“Alasan klien saya ini dia tidak kuat memenuhi permintaan istrinya yang meminta jatah sehari hingga sembilan kali dan rutin, kecuali saat datang bulan saja,” ungkapnya.

Ayah Perkosa Dua Putrinya dan Beri Uang Jajan Rp 50 Ribu Untuk Tutup Mulut

JATENG – Seorang pria berinisial BS (41) kini harus meringkuk di penjara setelah ditangkap polisi akibat aksi cabulnya. Mirisnya, warga asal Banyumas, Jawa Tengah memperkosa dua anak kandungnya.

“Kasus pencabulan ini berhasil kami ungkap pada hari Senin (27/7) berdasarkan LP/B/304/VII/2020/Jateng/Resta Bms tanggal 27 Juli 2020 yang ditindaklanjuti dengan penangkapan terhadap tersangka BS (41), warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Berry seperti dilaporkan Antara, Selasa (28/7/2020).

Ia mengatakan kasus pencabulan yang dilakukan oleh Slamet terhadap dua anak kandungnya itu terungkap berkat cerita kedua korban, NPJ (18) dan CDP (11), kepada ibunya, SPA (42) pada Selasa (21/7/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kapolri: Polisi Yang Terlibat Narkoba Harus Dihukum Mati

JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis mengaku paling rewel dalam pemberantasan narkoba. Dia meminta segenap jajarannya tidak memberi ruang bagi para bandar narkoba.

Kapolri mengingatkan jajarannya untuk tidak main-main dengan narkoba.

Dia berpendapat anggota yang terlibat narkoba seharusnya diberi hukuman yang berat. Sebab, sebagai aparat keamanan, polisi sudah tahu aturannya.

Kemendikbud: Belajar di Rumah Bakal Diperpanjang Hingga Akhir Tahun 2020

JAKARTA –  Sebagai antisipasi andai wabah virus corona (Covid-19) masih belum berakhir di Indonesia hingga akhir tahun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan skenario belajar dari rumah hingga 2020.

“Kita sedang siapkan kalau nanti belajar dari rumah ini bisa terjadi sampai akhir tahun,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid, dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (24/4/2020).    

Hamid mengatakan hingga hari ini tercatat sebanyak 97,6 persen sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh. Sisanya sebanyak 2,4 persen belum melakukan karena daerahnya tidak terjangkit corona atau tidak memiliki perangkat pendukung. Dari jumlah 97,6 persen tersebut, sebanyak 54 persen sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh sepenuhnya, yakni guru dan siswa mengajar dan belajar dari rumah.