Bertengkar Dengan Istri, Seorang Suami di Kupang Nekat Bunuh Diri di Jembatan Liliba

KOTA KUPANG – Seorang pria yang diketahui bernama Haris Saragih (42), warga Kelurahan Liliba, membuat heboh masyarakat sekitar Jembatan Liliba, dan juga para pengguna jalan dengan aksi nekatnya yang ingin melakukan bunuh diri di Jembatan Liliba, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Selasa (29/9) sekira pukul 22.00 Wita.

Beruntung aksi percobaan bunuh diri ini dilihat oleh masyarakat sekitar. Istri pelaku juga langsung berusaha untuk menolongnya.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P.T. Binti, SIK,. melalui Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, S.H., mengatakan bahwa percobaan bunuh diri tersebut dipicuh oleh pertengkaran pelaku dengan istrinya.

Ahmad Bumi: Tersangka Siapapun Tidak Boleh Membuat Dirinya Lebih Besar Dari Institusi Kejaksaan Dalam Menegakkan Hukum


KOTA KUPANG – Ahmad Bumi selaku kuasa hukum dari Hengky Go, korban penipuan dan penggelapan mempertanyakan berkas perkara tersangka Dessy Caroline Chandra Jaya sampai hari ini belum dilimpahkan oleh Jaksa Penuntut Umum ke Pengadilan untuk disidangkan, sementara berkas perkaranya sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

“Artinya berkas perkara tersebut telah memenuhi bukti yang cukup dan unsur-unsur sesuai pasal yang dituduhkan,” kata Ahmad Bumi sesuai rilis yang diterima media ini pada, Kamis (27/8/2020).

Menurut Ahmad, sesuai penjelasan Wakajati saat ditemui beberapa waktu lalu bahwa Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur masih meminta petunjuk Kejaksaan Agung RI terkait kasus tersebut diatas karena surat tersangka Dessy Caloline Chandra Jaya yang menyebut dirinya dikriminalisasi berada pada wilayah perilaku, dan oleh karena itu menjadi wewenang Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

Tim Buser Polres Kupang Kota Tangkap Pelaku Penikaman di Acara Pesta Ulang Tahun

KOTA KUPANG – Tim Buser Polres Kupang Kota berhasil menangkap YUW (19) pelaku penikaman seorang pemuda bernama Ali Baba.


Pelaku ditangkap ketika ada laporan warga, tim Buser Polres Kupang Kota bergerak cepat ke lokasi kejadian. Setelah melakukan olah TKP, tim Buser berhasil mengamankan pelaku di Jl. Hati Murni, RT 014/RW 005, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasry Manasye Jaha, mengatakan, kasus itu berawal dari keributan antara korban dan rekan pelaku di acara ulang tahun di RSS Liliba Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (12/8/2020).

Ayah Perkosa Dua Putrinya dan Beri Uang Jajan Rp 50 Ribu Untuk Tutup Mulut

JATENG – Seorang pria berinisial BS (41) kini harus meringkuk di penjara setelah ditangkap polisi akibat aksi cabulnya. Mirisnya, warga asal Banyumas, Jawa Tengah memperkosa dua anak kandungnya.

“Kasus pencabulan ini berhasil kami ungkap pada hari Senin (27/7) berdasarkan LP/B/304/VII/2020/Jateng/Resta Bms tanggal 27 Juli 2020 yang ditindaklanjuti dengan penangkapan terhadap tersangka BS (41), warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Berry seperti dilaporkan Antara, Selasa (28/7/2020).

Ia mengatakan kasus pencabulan yang dilakukan oleh Slamet terhadap dua anak kandungnya itu terungkap berkat cerita kedua korban, NPJ (18) dan CDP (11), kepada ibunya, SPA (42) pada Selasa (21/7/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kuasa Hukum Kang Asep Surati Kapolri Untuk Menindaklanjuti Kasus Kehilangan Uang Negara

KOTA KUPANG – Tommy Michael D. Jacob, SH selaku kuasa hukum Stefanus Jefons alias kang Asep menyurati Kapolri untuk menindaklanjuti kasus hilangnya uang negara di brankas balai diklat provinsi NTT yang terjadi pada tahun 2010 dan 2018.

Dalam surat itu, Tommy Jacob selaku kuasa hukum meminta Bapak Kapolri untuk menindaklanjuti kasus tersebut agar pelaku yang merugikan keuangan negara dapat segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kuasa hukum juga meminta agar Kapolri memeriksa mantan Kapolsek Maulafa, Margaritha Sulabessy.

Dugaan Penipuan, Mantan Sekda NTT dan Anaknya Dipolisikan

KOTA KUPANG – Diduga terkait penipuan, Mantan Sekda NTT, Jamin Habib dan anak kandungnya, Defino Putera Jamin, dilaporkan ke Polda NTT.

Jamin Habib dan anaknya dilaporkan oleh, Matildis Terisno, warga Ruteng, Kabupaten Manggarai dengan bukti laporan, STTL/B/174/IV/RES. 1.11/2020/SPKT. 

Tim kuasa hukum Mathildis, Joseph Hutapara Passar, SH.MH dan Ady Bullu, SH, mengatakan, kasus dugaan penipuan ini berawal pada tahun 1996, Johni Iwo, suami Mathildis mengikuti proses tender proyek pembangunan gedung salah satu SMP di Ruteng.

Kasus kredit Macet Bank NTT Cabang Surabaya Segera Disidangkan


KOTA KUPANG – Kasus dugaan korupsi kredit modal kerja dan investasi jangka panjang pada Bank NTT Cabang Surabaya Tahun 2018 senilai Rp. 149 miliar yang merugikan negara Rp 127 miliar segera disidangkan.

Pelimpahan berkas perkara, tersangka dan barang bukti telah dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Jumat (24/7/2020).

“Sudah dilimpahkan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi NTT. Dalam pelimpahan JPU Kejati NTT serahkan barang bukti, berkas perkara dan tersangka,” ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H, saat dikonfirmasi wartawan.

BKH Pertanyakan Alasan Kejati NTT Tidak Memproses Mantan Plt Dirut Bank NTT

KOTA KUPANG – Proses hukum yang saat ini ditangani Kejaksaan Tinggi dalam kasus dugaan korupsi penyaluran kredit modal kerja dan kredit investasi di kantor Cabang Bank NTT Surabaya tahun 2018  senilai Rp 149 miliar, yang merugikan negara Rp 127 miliar mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPR RI, Benny Kabur Harman (BKH).

BKH mempertanyakan kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak memproses Mantan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, AS.

Menurut BKH, jika telah ada pengembalian uang, maka sudah menjadi bukti yang kuat.

Kejati NTT Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kredit Macet Bank NTT Tepat di Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60

KOTA KUPANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menetapkan 2 tersangka Kasus dugaan korupsi kredit macet Bank NTT cabang Surabaya senilai Rp 149 miliar, yang merugikan negara Rp 127 miliar.

Penetapan 2 tersangka ini bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) yang ke – 60 tahun, Rabu (22/7/2020). 

Kedua tersangka itu adalah mantan Wakil Kepala Bank NTT Cabang Surabaya, Bom Bom Suharso dan Dewi Susiana, staf Stef Sulaiman.

Merasa Terhina Soal Tudingan Terima Uang Rp 1,5 Miliar, Mantan Plt Dirut Bank NTT Lapor Polisi

KOTA KUPANG – Haerudin Masaro selaku kuasa hukum Muhammad Ruslan resmi dilaporkan ke Kepolisian Resort Kupang Kota oleh Mantan Plt Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Absalom Sine, Kamis (16/7/2020). 

Laporan itu dilayangkan menyusul pernyataan Haerudin ke media yang menuding, Absalom Sine menerima uang korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya dari tersangka Stefanus Sulaiman sebesar Rp 1,5 miliar.  

Laporan Absalom tertuang dalam Nomor: 749/STTLP/VII/2020/SPKT Polres Kupang Kota. 

Absalom Sine, mengatakan, ia merasa terhina atas pernyataan Haerudin kepada media beberapa waktu lalu. 
Ia mengaku, mengambil langkah hukum agar tidak lagi terjadi pada orang lain.