Plt Dirut: Tidak Ada Klaster Baru Covid-19 di Bank NTT, Nasabah Tidak Perlu Ragu

KOTA KUPANG – KOTA KUPANG – Pasca diumumkan oleh Tim Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si, bahwa saat ini di Kota Kupang telah ada klaster baru penyebaran Covid-19 yaitu klaster perbankan dan klaster BPN.

Plt Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho angkat bicara. Menurutnya informasi tentang ada salah seorang stafnya yang terkonfirmasi positif Covid-19, itu memang benar.

Akan tetapi, Alex menegaskan sejak yang bersangkutan positif, tidak ada kasus transmisi lokal atau penularan ke rekan-rekan kerja maupun pihak lain. Sehingga bukan merupakan klaster.

Kabar Gembira, TRP-Hegi Berjanji Akan Naikkan Upah Petani Garam di Sabu Raijua

SEBA – Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Sabu Raijua, Takem Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba atau Paket TRP – Hegi berjanji akan menaikkan upah para pekerja tambak yang ada di Sabu Raijua. 

Kehadiran tambak garam di Sabu Raijua kata Takem Radja Pono harus mampu memperbaiki ekonomi rakyat terutama para pekerja yang menjadi ujung tombak produksi garam Sabu Raijua.

Hal ini disampaikan oleh Takem Radja Pono saat bertemu para pekerja tambak garam di Lobo Bali, Desa, Bodae, Kecamatan Sabu Timur, Jumat, (11/9/2020).

, , ,

Direksi Bank NTT: Seluruh Karyawan Bank NTT Waijb Manfaatkan Jasa Transportasi Online Kupang Jack

KOTA KUPANG – Sebagai wujud dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari tekanan dampak pandemi Covid-19, pihak Bank NTT melalui Plt Direktur Utama dan Direktur Pemasaran Dana akan mengeluarkan rekomendasi kepada semua karyawan Bank NTT bersama keluarganya untuk menggunakan jasa transportasi online karya anak daerah, Kupang Jack.

Hal ini ditegaskan, Direktur Pemasaran Dana Absalom Sine saat menyerahkan bantuan atribut berupa Jacket dan Helm kepada para pengemudi transportasi online Kupang Jack, di halaman kantor Bank NTT Pusat, Senin (7/9/2020). Menurutnya Kupang Jack adalah kreatifitas anak daerah yang wajib didukung penuh oleh seluruh masyarakat NTT.

“Kita Bank NTT akan memulai lebih dahulu dengan mewajibkan semua pegawai Bank NTT dan keluarganya untuk memanfaatkan jasa transportasi online ini,” ungkap Absalom Sine.

Pendapatan di Masa Covid-19 Menurun, Penenun Berinovasi Pasarkan Produknya

KOTA KUPANG – Penyebaran virus covid-19 dalam beberapa bulan terakhir sangat dirasakan dampak negatif nya bagi kaum ibu kelompok penenun ‘bersehati’ di desa Nunleu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).


Mereka menderita kerugian karena hasil tenunan kain motif, sarung dan selendang tidak laku bahkan harga merosot tajam.


Dalam 2 tahun terakhir harga produk tenunan kain adat dan kain motif yang semula hanya Rp 300.000 sudah bisa terjual hingga Rp 1,5 juta per satu lembar tenunan.Harga ini melonjak drastis setelah adanya pendampingan dari Tim Politeknik Negeri Kupang terdiri dari Sumartini Dana, ST MT, Ade Manu Gah, Diana Rachmawati dan Hans Lao.

Trans Nusa Kembali Buka Penerbangan ke Lembata

KOTA KUPANG – TransNusa kembali melayani penerbangan rute Kota Kupang menuju Lewoleba mulai tanggal 2 Agustus 2020. 

Dalam rilis yang diterima dari Bepit Bartels, Regional Manager TransNusa Aviation Mandiri Area NTT, Jumat (24/7/2020) siang, keputusan itu diambil oleh TransNusa karena calon penumpang pesawat udara yang sudah semakin memahami persyaratan-perjalanan udara bagi penumpang dengan mengacu kepada Surat Edaran dari Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor: BU.550/08/DISHUB/2020 tentang Bebas Dokumen Kesehatan/Bebas COVID-19 Bagi Pelaku Perjalanan.

TransNusa sudah kembali beroperasi ke delapan kota dari 13 kota di Nusa Tenggara Timur sejak 22 Juni 2020. 

Fraksi Demokrat Sebut Bank NTT Dalam Keadaan “Sakit”

KOTA KUPANG – PT Bank NTT yang menjadi kebanggan masyarakat NTT kini sedang dirundung duka, lantaran tak pernah steril dari masalah-masalah krusial dan akut. Diantaranya masalah kredit macet dan dugaan malpraktik lembaga keuangan perbankan berupa investasi bodong.

Fraksi Demokrat Solidaritas Pembangunan dalam pandangan fraksi saat rapat paripurna di DPRD NTT, Rabu (8/7/2020) menilai keberadaan Bank NTT belakangan dalam kondisi “sakit” jika tidak segera dibenahi secara serius.

Walau pun Pemerintah mengklaim saat ini Bank NTT terus tumbuh positif, per 22 Juni 2020: Aset Rp.15,321 T; Kredit Rp.10,192 T; Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp.11,870 T; dan Laba Rp.162 M, namun jika tidak ada komitmen serius untuk pembenahan internal secara komprehensif.

Nasabah Bandel, Bank NTT Gandeng Kejaksaan Tagih Kredit Macet

KOTA KUPANG – Akhir-akhir ini, Bank NTT dihantam berbagai persoalan terkait kredit macet atau bermasalah.

NPL (Non Performing Loan) alias Ratio Kredit Bermasalah Bank NTT pada April 2020 mencapai 4,30 persen. Sementara ratio untuk menghitung kredit bermasalah yang berkaitan langsung dengan tingkat kesehatan Bank NTT tersebut turun pada Mei 2020 menjadi 4,19 persen.

Persoalan kredit macet yang terjadi menjadi salah satu perhatian serius manajemen Bank NTT.