Kejati NTT Diminta Tidak Tebang Pilih Dalam Penegakan Hukum Kredit Macet Bank NTT

KOTA KUPANG – Proses hukum yang dilakukan penyidik Kejati NTT dalam penyidikan perkara dugaan korupsi kredit macet senilai Rp 139 miliar dengan estimasi kerugian negara Rp 127 miliar di Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 mendapat banyak dukungan karena dengan kerja tim yang solid telah ditetapkan 8 orang tersangka, 7 dari pihak debitur dan 1 dari pihak Bank NTT.

Kerja keras ini juga membuahkan hasil dengan penyitaan aset dan uang milik para tersangka yang nilainya mencapai Rp 100 miliar lebih.

Di bawah kepimimpinan Kajati NTT, Dr Yulianto yang baru saja dilantik, ini menjadi catatan prestasi yang membanggakan bagi masyarakat NTT, dan bagi seluruh masyarakat pada umumnya karena sejatinya setiap tindak pidana yang merugikan keuangan negara wajib hukumnya ditindak dan segala bentuk kerugian negara diupayakan untuk dikembalikan.

Gubernur NTT Minta Polwan-polwan Cantik Ditempatkan Pada Destinasi Pariwisata

KOTA KUPANG – Pemerintah provinsi NTT kian gencar mendorong pariwisata sebagai Prime Mover Economy (penggerak utama ekonomi) masyarakat.

Dengan sinergi antara Pemprov dan forkompinda yang memiliki poli pikir sama maka NTT akan melakukan lompatan-lompatan ekonomi yang hebat.

“Kami minta bantuan kalau bisa dibentuk polisi pariwisata. Tempatkan polwan yang cantik-cantik di Manggarai Barat, Sumba dan Kota Kupang. Jangan kasi yang kumisnya terlalu panjang, kalau toh kasi polisi laki yang mukanya ganteng seperti saya ini,” ucap Laiskodat dengan nada guyon, saat memberikan sambutan dalam acara syukuran memperingati HUT Bhayangkara ke-74 di Polda NTT, Rabu (1/7/2020).

Fransisco Bessi : Peristiwa Penangkapan Anggota DPRD TTU Yang Positif Narkoba Bukan Merupakan Tindak Pidana

KOTA KUPANG – Fransisco Bernando Bessi, SH, MH, CLA, selalu kuasa hukum, Irenius Frederik Taolin alias Dedi (37) anggota DPRD TTU yang ditangkap bersama seorang teman wanitanya, AHP (26) di sebuah hotel di wilayah Oebobo, dan dinyatakan positif Narkoba bukan merupakan tindak pidana dan atau ternyata tidak cukup bukti dan tindak pidana tersebut tidak termaksud yang dapat ditahan sesuai ketentuan Undang-Undang. 

“Sesuai Surat Perintah Pelepasan Nomor : SP.Kap/01.b/VI/2020/BNN Kota Kupang, tanggal 21 Juni 2020 dan Berita Acara Pelepasan, tanggal 21 Juni 2020. Klien saya telah dilakukan interogasi dan sekali lagi bukan pemeriksaan secara pro justisia,” ujar Sisco Bessi pada media ini, Senin (21/6/2020).

Selaku kuasa hukum, Sisco menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kliennya.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terutama keluarga sehingga klien kami bisa menjalani lagi aktifitasnya sebagaimana mestinya sebagai Wakil Rakyat di DPRD Kabupaten TTU,” tegas Sisco.


Diberitakan sebelumnya, Kepala BNN Kota Kupang, Lino Do R. Pareira saat melakukan konferensi pers, Senin (22/6/2020) menjelaskan Anggota DPRD TTU Dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Irenius Frederik Taolin alias Dedi (37) yang ditangkap bersama seorang teman wanitanya, AHP (26) di sebuah hotel di wilayah Oebobo, dinyatakan positif Narkoba.


Meskipun hasil tes urinenya positif, tapi Dedi dan teman wanitanya akhirnya dilepaskan oleh pihak BNN Kota Kupang, Minggu (21/6/2020) sore.

Seorang Pria Dinyatakan Positif Hamil, Hasil Rapid Test Tim Gugus Tugas Covid-19 Rote Ndao

ROTE NDAO, Sungguh aneh dan mengherankan, laporan hasil pemeriksaan Rapid Test yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kab. Rote Ndao.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium RSUD Ba’a, Jumat (12/6/2020) menunjukkan hasil, Ariyanto Baik salah satu OAR (Orang dari Area beResiko) yang dikarantina di Rusun Ne’e, Desa Sanggaoen, Kec. Lobalain, Kab. Rote Ndao ternyata menunjukan bahwa Aryanto Positif Hamil.

Hal tersebut sontak membuat keluarga Aryanto kaget dan geram. Keluarga pun mendatangi Rusun (Tempat Karantina) pada Sabtu, (13/6/2020) untuk langsung bertemu dengan penanggung jawab Rusun, dr. Rina Pudjiyati guna mempertanyakan hasil Rapid Test tersebut.

Sesuai pantauan media ini, pada kesempatan itu, Perwakilan keluarga Naomi Toulasik secara tegas mengatakan pihaknya meragukan hasil Rapid Test yang dikeluarkan oleh Laboratorium Rumah Sakit Ba’a.

Stiki