Besok, Koalisi Rakyat Untuk TRP-Hegi Deklarasi di Teni Hawu

SEBA – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Sabu Raijua, Takem Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba atau Paket TRP-Hegi akan melakukan deklarasi pada Sabtu, (5/9/2020) di Teni Hawu. Ribuan undangan telah disebar kepada simpatisan dan pendukung dari pasangan perseorangan tersebut.

“Undangan sudah kita sebar kepada simpatisan. Ada ribuan undangan yang kita sudah sampaikan dengan harapan semua akan datang membanjiri Teni Hawu,” kata Takem Radja Pono di sela-sela persiapan deklarasi, Jumat (4/9/2020).

Selain itu kata Takem Radja Pono, dirinya secara langsung bertemu dan mengantar undangan khusus bagi ketua suku maupun tokoh masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus memastikan kehadiran para tokoh adat maupun tokoh masyarakat yang ada di Sabu Raijua.

“Saya ketemu langsung dengan Banggu Udu untuk menyampaikan undangan. Sebagai orang Sabu yang lahir dan besar di Sabu Raijua, saya mengerti benar bagimana membawa diri kepada kita punya orang-orang tua yang ada di Sabu. Sebagai orang yang mengerti adat saya lakukan apa yang semestinya dilakukan,” tambah Takem.

Deklarasi Paket TRP-Hegi kata Takem, akan dihadiri juga oleh petinggi partai pendukung. 

“Petinggi dari partai yang mendukung kita juga akan hadir dan akan menyampaikan Orasi,” Tutup Takem.

Sementara Ketua DPD II Partai Golkar Sabu Raijua, Simon Dira Tome pada kesempatan terpisah mengatakan sebagai partai pendukung Koalisi Raykat TRP-Hegi pihaknya sudah mengistruksikan mesin partai untuk memenangkan pasangan ini.

“Sebagai Partai pendukung Golkar ada berada di garda depan. Secara hirarki Partai sudah memerintahkan semua kader untuk bersatu padu untuk memenangkan Paket TRP-Hegi,” pungkas Simon yang juga Wakil Ketua DPRD Sabu Raijua ini. (Tim)

Ahmad Bumi: Tersangka Siapapun Tidak Boleh Membuat Dirinya Lebih Besar Dari Institusi Kejaksaan Dalam Menegakkan Hukum


KOTA KUPANG – Ahmad Bumi selaku kuasa hukum dari Hengky Go, korban penipuan dan penggelapan mempertanyakan berkas perkara tersangka Dessy Caroline Chandra Jaya sampai hari ini belum dilimpahkan oleh Jaksa Penuntut Umum ke Pengadilan untuk disidangkan, sementara berkas perkaranya sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

“Artinya berkas perkara tersebut telah memenuhi bukti yang cukup dan unsur-unsur sesuai pasal yang dituduhkan,” kata Ahmad Bumi sesuai rilis yang diterima media ini pada, Kamis (27/8/2020).

Menurut Ahmad, sesuai penjelasan Wakajati saat ditemui beberapa waktu lalu bahwa Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur masih meminta petunjuk Kejaksaan Agung RI terkait kasus tersebut diatas karena surat tersangka Dessy Caloline Chandra Jaya yang menyebut dirinya dikriminalisasi berada pada wilayah perilaku, dan oleh karena itu menjadi wewenang Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

“Surat tersangka Dessy Caroline Chandra Jaya tidak mempengaruhi materi perkara yang oleh institusi kejaksaan telah dinyatakan P21 (lengkap),” tegasnya.

Ia mengatakan, berkas perkara tersangka Dessy Caroline Chandra Jaya yang sudah dinyatakan lengkap (P21), menurut KUHAP hal tersebut menjadi wewenang Penuntut Umum untuk membuat dakwaan seterusnya berkas perkara tersangka Dessy Caloline Chandra Jaya dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan (vide Pasal 1 butir 6 jo. Pasal 140 ayat 1 KUHAP jo. Pasal 14 huruf e jo. Pasal 137 KUHAP).

“Perkara dengan tersangka Dessy Caroline Chandra Jaya tidak dapat dihentikan penuntutan, perkara yang dihentikan penuntutan jika perkara tersebut tidak cukup bukti (vide Pasal 140 ayat 2 huruf a KUHAP), sementara perkara dengan tersangka Dessy Caroline Chandra Jaya telah dinyatakan lengkap (telah cukup bukti) yang dinyatakan dengan terbitnya P21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Kupang,” jelasnya.

“Kejaksaan adalah institusi besar dalam penegakkan hukum, olehnya jika lembaga kejaksaan telah menyatakan berkas perkara dengan tersangka Dessy Caroline Chandra Jaya sudah dinyatakan P21, maka demi hukum tidak ada pilihan lain harus dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan. Terbukti atau tidak terbukti menjadi wewenang pengadilan untuk memutuskan sesuai fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan,” tambahnya.

Selaku kuasa hukum korban Hengky Go, ia mendesak Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur cq Kejaksaan Negeri Kota Kupang cq Penuntut Umum sesuai kewenangan untuk melimpahkan berkas perkara dengan tersangka Dessy Caroline Chandra Jaya yang sudah dinyatakan P21 ke Pengadilan untuk disidangkan (vide Pasal 137 KUHAP).

“Tersangka siapapun tidak boleh membuat dirinya lebih besar dari institusi kejaksaan sebagai lembaga Negara dalam menegakkan hukum dan tidak boleh membuat dirinya lebih besar dari hukum. Kepastian hukum harus ditempatkan pada tempat yang sebenarnya sehingga tidak menciderai rasa keadilan hukum,” pungkasnya.

Sementara itu Hengky Go selalu korban mengakui telah berulang kali bersama dengan para korban dari tersangka yang sama Dessy Caroline Chandra jaya telah pergi ke Kejati NTT.

“Saya hanya mendapatkan jawaban bahwa pihak Kejati NTT masih menunggu berita dari kejagung RI,” kata Hengky.

Menurut Hengky saat ia bersama kuasa hukum bertemu Wakajati NTT, Fredy Rontu, SH. MH (6/8/2020) dijelaskan bahwa materi perkaranya tetap di Kejari kota Kupang sementara yang ditangani Kejati NTT adalah laporan tersangka Dessy Caroline Chandra jaya dan laporan dirinya karena laporan pengaduan tersebut sudah sampai ke Kejagung RI maka harus menunggu kabar Kejagung RI.

“Saya laporkan ke jampidum kejagung RI tertanggal (6/7/2020) ialah berkas perkaranya yang sudah di P21-kan oleh Kejari kota Kupang namun berkas perkaranya belum dilimpahkan ke pengadilan negeri kupang. Saya juga mengirimkan surat permohonan perlindungan hukum ke Presiden RI bapak Joko Widodo pada tanggal (23/7/2020),” katanya.

Menurut Hengky setiap orang mempunyai hak untuk mengetahui berkas perkaranya apalagi dirinya sebagai korban dan berkas perkaranya sudah di P21 oleh Kejari kota kupang.

“Pada tanggal, 12 Agustus 2020 ada tim dari Jakarta menghubungi saya dan meminta untuk berangkat ke Jakarta. Pada tanggal 18 Agustus 2020 saya tiba Jakarta dan tanggal, 19 Agustus 2020, tim ini mengantar saya ke kantor kejagung RI. Saya diantar ke ruang Jampidum dan saya menanyakan tentang perkara saya. Pihak jampidum kejagung RI mengatakan bahwa surat Kejati NTT untuk minta restu dari kejagung RI sudah ditolak dan tanggal, 13 Agustus 2020 telah mengirimkan kembali suratnya ke Kejati NTT,” jelas Hengky.

Lebih lanjut Hengky mengatakan pada tanggal, 24 Agustus 2020, bersama kuasa hukumnya pergi menanyakan terkait surat dari Kejagung namun Wakajati NTT mengatakan mereka belum terima dan Wakajati mengatakan bahwa beliau Ia tidak bertanggung jawab atas perkaranya.

“Wakajati Fredy Rontu mengatakan bahwa ia hanya pelaksana saja yang bertanggung jawab bukan dirinya,” kata Hengky menjelaskan kembali apa yang disampaikan Wakajati.

Atas hal tersebut, Hengki meminta agar perkaranya dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

“Jangan bangkitkan amarah kami masyarakat, korban penipuan dan penggelapan oleh tersangka Dessy Caroline Chandra jaya sudah lebih dari 5 orang. Disamping saya ada korban yg lain termasuk seorang Pendeta yang juga ditipu oleh tersangka Dessy oleh karena itu kami minta pihak Kejati NTT jangan mengabaikan kami para korban,” pinta Hengky. (*)

Golkar Dukung Paket TRP-Hegi di Pilkada Sabu Raijua

PORTALNTT.COM, KOTA KUPANG – Teka-teki terkait kemana arah dukungan Partai Golkar di pilkada Sabu Raijua terjawab sudah. Hal ini terjawab setelah Pasangan Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati, Takem Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba atau Paket TRP – Hegi menerima SK dukungan dari Partai Golkar untuk bertarung di Pilkada Sabu Raijua.

Kepastian ini disampaikan oleh Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena kepada media ini, Selasa (25/8/2020).

“Jadi tadi SK sudah diserahkan oleh Pak Yudha, Ketua Tim Pemenangan Pemilu Pusat untuk wilayah Bali-Nusra,” Kata Melki Laka Lena yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Melki menjelaskan, keputusan Golkar untuk mendukung Paket TRP-Hegi ini setelah Partai Golkar melakukan survei di Sabu Raijua. Dari hasil survei tersebut, Paket TRP-Hegi berada pada urutan teratas dibandingkan dengan Paket lain sehingga Golkar mengambil keputusan untuk mendukung pasangan TRP-Hegi.

“Jadi keputusan itu diambil sesuai dengan hasil Survei dimana Paket TRP-Hegi berada diurutan teratas. Kita punya pengalaman pada Pilkada Kali lalu dimana kita mendukung Paket Mandiri Jilid II dari jalur Independen untuk memenangkan pertarungan. Kita percaya bahwa suara Golkar adalah suara rakyat dan itu dibuktikan dari hasil prngumpulan KTP yang dilakukan oleh TRP-Hegi,” kata Melki.

Melki Laka Lena secara tegas menginstruksikan kepada seluruh jajaran Partai Golkar baik di Sabu Raijua maupun yang ada di NTT untuk bersatu padu memenangkan Paket TRP-Hegi di Sabu Raijua. 

“Saya perintahkan semua kader untuk bersatu memenangkan Paket TRP-Hegi,” tegas Melki.

Sementara Bakal Calon Bupati Sabu Raijua, Takem Radja Pono menyampaikan terimakasih kepada Partai Golkar yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada Paket TRP-Hegi. Kepercayaan itu kata Takem akan dilaksanakan dengan baik dalam memenangkan pertarungan di Pilkada Sabu Raijua.

“Ini adalah kepercayaan yang luar biasa yang diberikan oleh Partai besar di negeri ini untuk Paket TRP-Hegi. Kepercayaan ini akan kami tindaklanjuti dengan kerja keras. Ini juga adalah suplemen baru bagi Tim dan simpatisan untuk bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita bersama untuk membangun Sabu Raijua yang lebih bermartabat. Saya ajak untuk kita bersatu pada garis perjuangan yang sama,” kata Takem.

Takem juga berjanji akan membawa panji-panji Golkar ke seluruh pelosok Sabu Raijua. 

“Golkar harus kembali ke masa jaya. Tekad kita Golkar harus kembali menguasai kursi parlemen di Kabupaten Sabu Raijua. Ingat pesan orang tua kita wala-wala wagga ne herugu ana rai,” tutup Takem. (Tim)

PAN Resmi Dukung Paket Sahabat Jilid Dua di Pilkada Belu

KOTA KUPANG – Dewan Pimpinan Partai (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk pasangan calon Willybrodus Lay dan JT Ose Luan atau dikenal dengan Tegline SAHABAT di Pilkada Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur bulan Desember tahun 2020 mendatang.


SK kepada Willybrodus Lay dan JT Ose Luan diserahkan langsung kepada Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPP) PAN NTT Awang Notoprawiro kepada Calon Bupati Willy Lay di Rumah PAN NTT, Minggu, 23 Agustus 2020.


Hal ini tentu menjawab Teka-teki terhadap dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) di Pilkada Kabupaten Belu akhirnya terjawab sudah.


Ketua DPW PAN NTT Awang Notoprawiro usai menyerahkan SK mengatakan, pada pilkada sembilan kabupaten di NTT, khusus Kabupaten Belu PAN telah resmi memberi SK kepada incumbent.


“PAN telah menjatuhkan pilihan ke Willybrodus Lay dan JT Ose Luan,” ungkap Awang.


Menurut Awang, PAN sudah memberi SK kepada Willybrodus Lay dan JT Ose Luan. Dua figur ini didukung PAN untuk memimpin Belu jilid II.


Ditanya, alasan PAN lebih cepat memutuskan untuk mengusung Willybrodus Lay dan JT Ose Luan jilid II, Awang mengakui, pihaknya jauh-jauh hari telah melakukan survey secara internal dan obyektif sehingga menetapkan calon sesuai hasil survey dan dinamika lokal di Belu, Sahabat tertinggi di Belu.

“Kami memang harus lebih dahulu, agar calon yang kita usung bisa punya waktu banyak untuk bersosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Oleh karena penyerahan SK kader PAN, Wajib melakasanakan konsolidasi bersama paket Sahabat di Kabupaten Belu. 


“Kita sangat optimis menang, oleh karena itu kita serahkan SK ke Sahabat,” ujarnya.


Awang berharap semua kader di Kabupaten Belu untuk saling mengisi dan membantu bersama-sama Paket Sahabat menjalankan konsolidasi.


“Dengan begitu Sahabat menang kita menjaga sampai selesai termaksud program-program yang berpihak kepada masyarakat, itu sangat penting, kalau tidak berpihak kepada masyarakat tugas Fraksi PAN di DPRD Kabupaten Belu mengkritisi tapi memberi solusi,” paparnya.


Selain itu, Awang juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pasangan Calon lain yang telah mendaftar di PAN dan tidak berkoalisi di Pilkada Belu.

“Saya sampaikan permohonan maaf kepada para pasangan calon yang telah mendafatr di PAN, kami memiliki pertimbangan dan tentu hasil survei yang obyektif sehinggan PAN lebih memilih menjatuhkan pilihan ke Pak Wilky dan pak Ose Luan,” ucap Awang

Sementara itu, Calon Bupati Belu Willy Lay menyampaikan terima kasih kepada PAN yang telah mengusung Paket Sahabat ikut dalam konstilasi Pilkada Kabupaten Belu pada Bulan Desember 2020 mendatang. 


“Terima kasih kepada PAN, sudah memberikan dukungan kepada kami,” ucap Ketua DPD Demokrat Belu ini.


Ditempat yang sama, Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kabupaten Belu Nini Wendelina Atok yang hadir saat itu diminta tanggapannya mengatakan, dari pertama hingga saat ini PAN selalu selaras dan ini pembuktian bahwa PAN memegang teguh Komitmen.


“Dari awal ketua DPW PAN Pak Awang Notoprawiro selalu katakan bahwa kita Lanjutkan artinya PAN tetap berada di koalisi Paket SAHABAT yakni pak Willy dan Pak Ose,” ujar Nini sapaan akrabnya.

Ia juga berharap, dengana danya dukungan Partai-partai maka Konsolidasi Kemenangan Paket SAHABAT semakin solid. (Tim)

Pendapatan di Masa Covid-19 Menurun, Penenun Berinovasi Pasarkan Produknya

KOTA KUPANG – Penyebaran virus covid-19 dalam beberapa bulan terakhir sangat dirasakan dampak negatif nya bagi kaum ibu kelompok penenun ‘bersehati’ di desa Nunleu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).


Mereka menderita kerugian karena hasil tenunan kain motif, sarung dan selendang tidak laku bahkan harga merosot tajam.


Dalam 2 tahun terakhir harga produk tenunan kain adat dan kain motif yang semula hanya Rp 300.000 sudah bisa terjual hingga Rp 1,5 juta per satu lembar tenunan.Harga ini melonjak drastis setelah adanya pendampingan dari Tim Politeknik Negeri Kupang terdiri dari Sumartini Dana, ST MT, Ade Manu Gah, Diana Rachmawati dan Hans Lao.


Namun belakangan terutama dimasa covid-19,  harga produk tenunan kembali terjun bebas.


Melihat kondisi ini, tim politeknik negeri Kupang yang sudah tiga tahun mendampingi 20 ibu rumah tangga ini mulai berinovasi.Produk tenunan tidak semata dibuat kain, sarung atau selendang namun dibuatkan menjadi tas, pakaian, dompet dan masker motif kain tenunan.


Untuk masker diberi harga antara Rp 25.000 hingga Rp 100.000. Harga tas, pakaian dan aksesories lain pun bervariasi.


20 ibu anggota kelompok pun berbagi peran. Ada yang mewarnai benang, menenun, menjahit produk hingga memasarkan produk mereka.


Mereka menyadari kesulitan memasarkan produk berupa sarung, kain dan selendang. Selain harga nya mahal juga minimnya pembeli sehingga mereka berinovasi membuat produk lain yang lebih murah, cepat dipasarkan dan mudah didapat.


Inovasi mereka membuahkan hasil. Mereka kebanjiran pesanan untuk masker motif kain adat maupun pakaian modifikasi.


Dalam sehari, 20 ibu rumah tangga yang kebanyakan janda ini menghasilkan 100 masker kain motif dan juga menjahit baju pesanan.


Mereka berusaha memenuhi pesanan walaupun saat ini waktu mereka tersita untuk mengelola sawah dan kebun.


“Para ibu ini selain menenun juga menjadi tulang punggung bekerja di sawah dan kebun,” ujar Sumartini Dana, ST MT.


Promosi penjualan pun gencar dilakukan tim politeknik negeri Kupang melalui berbagai media sosial.


Tim pun membantu membangun komunikasi dengan semua pihak untuk proses pemasaran produk dan melakukan kerjasama dengan berbagai mitra.
Tidak saja memproduksi masker untuk dijual namun para ibu ini juga membagikan masker tenunan hasil karya mereka secara gratis kepada warga dan anak sekolah seperti kepada anak PAUD Nunleu Ceria dan Nunleu cemerlang.


Agar hasil produk memiliki nilai jual maka para ibu pun lebih merapikan hasil jahitan dan tenunan sesuai pendampingan dari tim.


“Syukurlah penjualan dan omzet sudah naik lagi setelah sempat lesu dalam enam bulan terakhir ini,” ujar Sumartini Dana, ST MT selaku koordinator tim saat ditemui di Kupang.


Tim juga terus melakukan pelatihan dan edukasi guna menghasilkan produk terbaik dan pendapatan pun naik.


Produk yang dihasilkan bersinergi dengan program pemerintah yang mewajibkan PNS di NTT menggunakan kain tenunan setiap hari Kamis dan Jumat.


Selama pendampingan, tim Politeknik membantu anggota kelompok dengan 2 mesin jahit, 1 mesin obras, benang dan pewarna dengan standar baik sehingga hasil tenunan rapi, bagus dan anti luntur.

Salah satu potensi terbesar di desa Nunleu ini adalah tenun ikat. Namun produksi tenun ikat oleh kaum perempuan di Desa Nunleu membutuhkan waktu yang sangat lama dan hanya dibuat untuk acara adat. Kalaupun dijual akan sangat mahal dan juga terkadang dipandang sebelah mata karena sering luntur.


Tim Politeknik Negeri Kupang prihatin dan peduli dengan kondisi ini.Dibantu Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi, tim Politeknik negeri Kupang membantu kaum ibu dalam menghasilkan kain tenun.
Sejak beberapa waktu lalu dibuatlah kegiatan pemberdayaan perempuan untuk peningkatan ekonomi dan pelestarian budaya melalui inovasi usaha tenun ikat di desa Nunleu Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten TTS.


20 ibu rumah tangga dihimpun dalam kelompok “Bersehati” dipimpin Ida Leta-Missa.
Tim Politeknik Negeri Kupang memperkenalkan pewarna benang jenis Naptol yang merupakan pewarna anti luntur, mudah diperoleh dan mempersingkat waktu pengerjaan tenunan.


Tim juga memberi pelatihan pembukuan sederhana. Anggota kelompok diajarkan pencatatan dan pembukuan semua biaya yang timbul untuk produksi kain hingga pemasaran.


Desa Nunleu Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten TTS sendiri belum banyak dikenal. Untuk sampai ke wilayah ini, warga harus menumpang kendaraan dengan jarak tempuh 187 kilometer dari kota SoE (ibukota kabupaten Timor Tengah Selatan).
SoE sendiri memiliki jarak tempuk 120 kilometer dari Kota Kupang. Kondisi jalan yang rusak parah juga menjadikan desa ini jarang dikunjungi. Padahal desa ini memiliki potensi yang sangat bagus baik potensi alam, budaya dan kerajinannya. 


Penulis: IloEditor: Jefri Tapobali

Tim Buser Polres Kupang Kota Tangkap Pelaku Penikaman di Acara Pesta Ulang Tahun

KOTA KUPANG – Tim Buser Polres Kupang Kota berhasil menangkap YUW (19) pelaku penikaman seorang pemuda bernama Ali Baba.


Pelaku ditangkap ketika ada laporan warga, tim Buser Polres Kupang Kota bergerak cepat ke lokasi kejadian. Setelah melakukan olah TKP, tim Buser berhasil mengamankan pelaku di Jl. Hati Murni, RT 014/RW 005, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasry Manasye Jaha, mengatakan, kasus itu berawal dari keributan antara korban dan rekan pelaku di acara ulang tahun di RSS Liliba Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (12/8/2020).

Saat itu, korban yang dipengaruhi minuman keras membuat keributan dan hendak memukul rekan pelaku. Merasa jengkel, pelaku mengambil pisau dari pinggangnya lalu menikam korban.

“Motifnya, pelaku jengkel karena korban mabuk dan buat keributan. Ada dua lubang tusukan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya pelaku sudah ditahan dan ditetapkan jadi tersangka. Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah pisau gagang kayu berwarna cokelat dengan ukuran panjang sekitar 10 cm, 1 buah baju kaos warna hitam dan 1 pasang sandal warna biru.

Saat ini, pelaku sudah mendekam di sel tahanan Polres Kupang Kota guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Prof. DR. W.Z. Yohanes Kupang

Penulis dan Editor: Jefri Tapobali

Istri Minta Jatah 9 Kali Sehari, Suami Ini Pilih Cerai Setelah Jalani Rumah Tangga 5 Bulan


TULUNGAGUNG – Moh Hufron Efendi, Sekertaris PBH Peradi Tulungagung ini begitu lebar senyumnya setelah menyelesaikan perkara unik dari kliennya. Pasalnya, dirinya baru saja merampungkan kasus perceraian yang sedikit tak biasa dari kliennya.

“Alhamdulillah plong, kasus yang membuat saya harus berpikir sekaligus membuat perut saya sedikit kaku karena menahan tawa,” kata Moh Hufron Efendi, pengacara muda yang juga aktif di Gerak Pemuda Ansor ini, Rabu (12/08/2020).


Lanjutnya, seorang suami yang menjadi kliennya datang dari salah satu desa di Kecamatan Boyolangu saat mendatanginya terlihat begitu frustasi. Alasannya, istri yang sebenarnya dicintainya selalu meminta jatah batin (itutuh…) sembilan kali sehari.


“Alasan klien saya ini dia tidak kuat memenuhi permintaan istrinya yang meminta jatah sehari hingga sembilan kali dan rutin, kecuali saat datang bulan saja,” ungkapnya.


Awalnya, sebut saja Bagus (inisial) dengan segala cara menuruti kemauan istrinya dengan berusaha mengimbangi kemauan itu.


“Berbagai macam cara dilakukan, termasuk menambah stamina dengan rutin minum jamu agar bisa mengimbangi istrinya,” papar Hufron.
Ternyata, aksi njamu yang dipilih tak serta merta dapat mempertahankan anunya untuk mengimbangi sang istri.


Hari demi hari, Bagus kewalahan dan dengan mempertimbangkan berbagai hal meski berat hati dirinya mengajukan perceraian.


“Nah, akhirnya setelah curhat itu saya yakinkan bahwa alasan cerai itu bermacam-macam dan dia yakin dengan keputusannya mengajukan talak ke istrinya,” terangnya.


Proses permohonan akhirnya diajukan, saat sidang beberapa kali tampak kikuk dan tertutup. Apalagi, saksi yang dihadirkan tidak mungkin mengetahui permasalahan privat suami istri itu.
“Jadi saat sidang terasa kaku. Alasannya agak berbelit dan mengundang tawa para hakim juga,” papar Hufron.


Setelah semua alasan disampaikan dari kedua belah pihak, hakim mengabulkan pemohon Bagus dan perceraian dinyatakan sah setelah ikrar talak.


“Pasangan ini masih muda, berangkali memang kebutuhan batinnya tinggi. Jadi kita bisa memahami dan semoga masing-masing mendapat pasangan lagi yang lebih serasi dan seimbang,” celetuknya.


Sementara itu, Bagus dan juga mantan istrinya tidak mau memberikan komentar apapun terhadap permasalahan yang dihadapi setelah menjalani kehidupan berumah tangga selama lima bulan itu.

sumber: jatimtimes

Ansy Lema dan Roy Riwu Kaho Bantu Warga Nasipanaf Perbaiki Jalan

KOTA KUPANG – Sejak tanggal 30 Juli 2020, pekerjaan perbaikan jalan “Sadar Bakti “ secara swadaya oleh masyarakat Nasipanaf dan Karang Taruna Adisucipto Penfui harus terhenti karena kehabisan bahan material. 

Pekerjaan yang telah dilakukan selama kurang lebih 3 minggu itu berhasil menyelesaikan jalan sepanjang 300 meter dan lebar 4 meter.

Kerinduan untuk menyelesaikan jalan  masih sangat tinggi. Hal ini tentunya harus didukung dengan ketersidaan bahan material yang cukup.

Pada hari ini, Senin (3/8/2020) berkat koordinasi ketua Karang Taruna, dua orang politisi muda Roy Riwu Kaho (Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa) dan Yohanes Fransiskus Lema atau Ansy Lema (Anggota DPR RI, Komisi IV) membantu warga untuk melanjutkan pembangunan jalan Sadar Bakti.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia, Kornelis Afoan, Sekretaris, Hasan Mansyur, sekretaris Ibu Ira, Ketua Karang Taruna Adisucipto Penfui, Jefri Tapobali, disaksikan oleh warga masyarakat di posko Pembanggunan jalan Sadar Bakti.

Roy Riwu Kaho dalam kesempatan itu menyampaikan kepedulian dirinya untuk membantu masyarakat Nasipanaf murni adalah keinginan dirinya untuk membantu masyarakat yang begitu semangat bergotong royong memperbaiki infrastruktur jalan.

“Saya mengikuti perkembangan di media sosial dan membaca postingan berita bahwa masyarakat Nasipanaf kehabisan bahan untuk pekerjaan perbaikan jalan. Saya datang untuk ada bersama masyarakat, jangan dilihat dari besar atau kecil pemberian ini tapi ini adalah bentuk kepedulian sebagai orang muda terhadap penderitaan masyarakat,” ungkap Roy Riwu Kaho.

Roy berharap bantuan yang diserahkan dapat membantu memperlancar kegiatan pekerajaan jalan di Nasipanaf.

“Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan bersama,” tandasnya.

Pada kesempatan itu juga, Ciko Making Staf ahli Anggota DPR RI Ansy Lema yang juga datang menyerahkan bantuan berupa semen menyampaikan sesuai arahan dari Ansy Lema, ia diminta untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat Nasipanaf.

Ciko Making Staf Ahli Anggota DPR RI, Ansy Lema saat menyerahkan bantuan kepada bendahara panitia pekerjaan jalan Sadar Bakti Nasipanaf.

“Saat ini Kaka Ansy Lema tidak bisa hadir ke sini karena kesibukannya di masa reses. Bantuan ini jangan dilihat besar kecilnya tapi Kaka Ansy sangat peduli kepada masyarakat meskipun padatnya jadwal sebagai wakil rakyat,” ungkap Ciko pada masyarakat yang ada.

Menanggapi apa yang disampaikan Hasan Mansyur selaku sekretaris panitia mengatakan masyarakat Nasipanaf sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Kami masyarakat tidak melihat besar atau kecilnya sumbangan yang diberikan tapi kepedulian terhadap penderitaan masyarakat itu merupakan sesuatu yang tidak terukur nilainya,” ungkap Hasan.

Menurut Hasan, pada tahap awal dengan semangat dan antusias masyarakat dan Karang Taruna Adisucipto Penfui berhasil menyelesaikan perbaikan jalan 300 meter dengan lebar 4 meter.

“Kami belum bisa melanjutkan karena kehabisan bahan. Tapi dengan adanya bantuan hari ini maka akan kami gunakan untuk melanjutkan pekerjaan kami di tahap kedua,” katanya.

Ia berharap semoga masih ada pihak yang mau membantu warga Nasipanaf untuk melanjutkan pekerjaan jalan Sadar Bakti dengan memberikan bantuan bahan.

“Kami masih menunggu bantuan-bantuan dari para donatur lainnya agar kami bisa melanjutkan pekerjaan yang masih tersisa,” pungkas Hasan.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Adisucipto Penfui, Jefri Tapobali mengatakan terima kasih yang tak terhingga kepada Roy Riwu Kaho dan abang Ansy Lema yang telah membantu warga Nasipanaf.

“Kami orang-orang muda di Penfui sangat bangga dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Abang Ansy dan Roy adalah orang muda yang hebat dan luar biasa, memiliki kepedulian terhadap kesulitan masyarakat. Saya mewakili orang-orang muda dan juga masyarakat Nasipanaf hanya bisa membalasnya dengan doa yang tulus,” ungkap Tapobali.

Tapobali juga menyampaikan sebelumya berkat koordinasi yang dibangunnya, warga juga mendapat bantuan dari Abang Melki Laka Lena (Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar).

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada Abang Melki Laka Lena, meskipun dalam kesibukan tapi masih memiliki kepedulian terhadap kesulitan masyarakat,” katanya. 

Tapobali berharap masih ada pihak lain yang mau peduli terhadap kesulitan masyarakat.

“Semoga saja masih ada pihak-pihak yang mau ikhlas hati membantu warga untuk bisa menyelesaikan perbaikan pekerjaan jalan ini,” tandas Tapobali.

(Red)

Memaknai Hari Raya Idul Adha 1441 H, Bank NTT Serahkan 11 Hewan Kurban Bagi Masjid dan Panti Asuhan

KOTA KUPANG – Penyembelihan hewan kurban menjadi bagian yang tak terlepaskan dari perayaan Hari Raya Idul Adha.

Hari Raya Idul Adha mengajarkan umat muslim untuk melakukan pengorbanan dengan ikhlas melalui hewan kurban.

Memaknai perayaan Hari Raya Idul Adha dan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat NTT yang tetap setia mendukung perjalanan Bank NTT selama 58 tahun, pihak Bank NTT menyerahkan bantuan 11 ekor hewan kurban Sapi ke beberapa Masjid di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Komisaris Independen, Frans Gana yang didampingi kepala divisi umum Bank NTT, Rahmat Saleh kepada pengurus Masjid Baburrahman Nusa Bunga Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, disaksikan oleh Wakil Gubernur NTT, Yoseph Nae Soi, dan anggota DPRD Provinsi NTT, M. Anshor, Jumat (31/7/2020).

Frans Gana dalam sambutannya mengatakan di tengah kesulitan akibat pandemi covid-19, Bank NTT melalui Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan sumbangan satu ekor sapi sebagai hewan kurban dan sekiranya lewat bantuan hewan kurban ini dapat terus meningkatkan hubungan persahabatan yang baik antara umat beragama.

“Atas nama pengurus dan karyawan Bank NTT, saya menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H,” ujarnya.

Kepala Divisi Umum, Rahmat Saleh didampingi anggota DPRD NTT, M. Anshor, saat memberikan hewan kurban sapi di Masjid Al Ichlas.

Ketua Takmir Masjid Baburrahman, Abas Kasim mengucapkan terimakasih kepada Bank NTT yang sudah menunjukan kepeduliannya lewat bantuan hewan kurban di tengah pandemi covid-19.

“Saya atas nama Takmir Masjid Baburrahman menyampaikan terimakasih atas bantuan hewan kurban yang telah diberikan dan semoga bantuan hewan kurban ini bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ungkapnya.

Untuk diketahui beberapa Masjid yang mendapat bantuan hewan kurban dari Bank NTT yaitu, Masjid Baburahman Nusa Bunga Kelurahan Kayu putih, Masjid K.H. Achmad Dahlan Universitas Muhammadiyah, Musolah Fatimah Az-Zahra, Masjid Nurul Jadid, GP. Anshor, Masjid Baitu Rahman, Masjid Nurul Ichwan, Masjid Al-Ikhlas, Masjid nurul jihad, Masjid Baiturahman serta Panti asuhan Al-Hikmah.

Penulis dan Editor: Jefri Tapobali

Semen Habis, Pekerjaan Jalan Nasipanaf Kembali Merana

KOTA KUPANG – Semangat dan daya juang warga masyarakat Nasipanaf Kelurahan Penfui bersama Karang Taruna Adisucipto Penfui memperbaiki jalan sadar bakti begitu tinggi.

Sejak tanggal 11 Juli 2020, warga ramai-rami turun ke jalan, meninggalkan semua kesibukan di rumah masing-masing untuk datang memperbaiki jalan yang sudah bertahun-tahun tidak diperhatikan pemerintah.

Kecemasan dan keprihatinan warga begitu besar, lantaran kondisi jalan yang dipenuhi lubang-lubang menyebabkan perjalanan yang singkat harus memakan waktu yang lama.

Bukan saja itu, sudah banyak yang harus jatuh dan merasakan kerasnya bebatuan yang timbul di setiap area jalan.

Tumbuh-tumbuhan sepanjang jalan itu juga harus menahan sakitnya penderitaan karena seluruh tubuh dipenuhi abu. Jangan heran jika hijaunya daun tak lagi tergambar dari setiap tumbuhan melainkan warna kecoklatan akibat abu yang begitu dahsyat.

Bermodalkan swadaya murni warga, dana awal yang terkumpul kurang lebih Rp 10 juta begitu membakar semangat untuk memperbaiki jalan. 

Dengan keikhlasan hati dan kerinduan akan akses jalan yang bagus, pintu berkat pun berdatangan. Sumbangan para donatur semakin memantapkan langkah yang dirintis.

Meskipun demikian warga masih tetap mengharapkan sumbangan dari para pengguna jalan yang melintasi. Tanpa canggung ibu-ibu rela memikul kotak peduli jalan. Hasilnya tidak seberapa tapi sedikit mengurangi biaya konsumsi bagi warga yang begitu semangat tanpa mengenal lelah meski terik mentari menyengat kulit dan debu memenuhi seluruh tubuh.

Kamis 30 Juli 2020, aktifitas warga yang sejak pukul 15.00 wita telah setia turun ke jalan terlihat biasa-biasa saja. Banyak kerumunan orang di jalan tapi aktifitas pekerjaan tidak lagi terlihat.

Perjuangan dan asa warga Nasipanaf bersama Karang Taruna Adisucipto Penfui akhirnya harus kandas. Persoalannya bukan karena ketiadaan tenaga untuk bekerja namun karena ketiadaan bahan material perbaikan jalan.

Panitia di bawah ketua Kornelis Afoan dan sekretaris Hasan Mansyur meyakinkan warga agar tetap semangat karena apa yang telah dimulai tidak berakhir sia-sia. Buktinya target awal yang direncanakan sepanjang 310 meter sudah bisa diselesaikan.

Lantas, apakah ini adalah akhir dari sebuah perjuangan panjang setelah menunggu sekian tahun lamanya?

Dengan optimisme yang tinggi, warga Nasipanaf tak ingin menyudahi perjuangan ini. Semua masih punya semangat dan tekad yang kuat untuk kembali turun di jalan. Berjibaku dengan kerikil, tanah putih, semen dan tentunya mesin molen untuk memperlancar pekerjaan rabat jalan sadar bakti.

Sekretaris sekaligus Koordinator lapangan, Hasan Mansyur, mengungkapkan pekerjaan warga masyarakat Nasipanaf hari ini harus terhenti karena kehabisan bahan material. Ini bukan akhir dari perjuangan kami.

“Kami sudah menjalankan proposal-proposal ke sejumlah donatur yang dapat membantu kami warga Nasipanaf menyelesaikan perbaikan jalan ini, tapi belum semuanya bisa terkumpulkan,” ungkap Hasan pada media ini, Kamis (30/7/2020).

Ia berharap para donatur ataupun pihak-pihak yang punya kerelaan hati bisa membantu warga masyarakat sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan perbaikan jalan.

“Kami semua berdoa kepada Tuhan semoga dibukakan jalan melalui para donatur dan orang perorangan maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesulitan warga di sini,” katanya.

Diakui Hasan, jalan Sadar Bakti sudah bertahun-tahun tidak diperhatikan oleh pemerintah sehingga hal itu membuat warga berinisiatif secara swadaya memperbaiki jalan.

“Jalan ini sudah banyak memakan korban. Banyak yang celaka. Kami menganggap sampai manusia muncul tanduk pun jalan ini tidak akan bisa diperbaiki. Maka kami bersepakat untuk membangun jalan ini secara swadaya dengan dukungan dari para donatur yang memiliki kepedulian dan hati nurani terhadap penderitaan kami warga di Nasipanaf,” tandas Hasan. 

Ketua Karang Taruna Adisucipto Penfui, Jefri Tapobali mengaku semangat masyarakat terutama orang-orang muda sangat dahsyat.

“Kami orang muda memiliki semangat juang tinggi untuk memperbaiki jalan ini. Kami berkeinginan jalan ini harus diperbaiki agar bisa dinikmati oleh orang banyak,” ungkap Tapobali.

Namun semangat saja tidak cukup, kata Tapobali, karena dengan segala keterbatasan yang ada kekurangan bahan material menyebabkan pekerjaan hari ini berakhir lebih awal.

“Kami tidak bisa berbuat banyak karena menyangkut ketersidaan bahan. Semoga saja ada pihak donatur ataupun siapapun yang dengan ikhlas hati mau menyumbang material agar kami dapat melanjutkan pekerjaan ini,” imbuh Tapobali.

“Kami orang muda sudah bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan ini sampai tuntas jika memungkinkan dengan ketersidaan bahan. Inilah bentuk tanggung jawab orang muda terhadap lingkungan dimana kami berada,” pungkas Tapobali. (Red)