Polisi Amankan Tiga Pasangan Remaja yang Hendak Gelar Pesta Sex di Kamar Kos


KOTA KUPANG – Tiga pasang kekasih yang terdiri dari tiga pria dan tiga perempuan diamankan polisi di sebuah kos di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Senin (19/10/2020) sekitar pukul 03.30 wita.

Ketiga perempuan muda itu yakni, Nofriyanti R Feoh alias Novhry (22), Louisa Angelo Florince Dethan alias Jelo (17) dan Olanda Novani Ege alias Nova (16). Sementara tiga laki-laki yakni Andre Peter Bana alias Andre (22),  Ricko Djami alias Ricko (20)  dan Malvin Imanuel Tampani alias Malvin (19).

Saat diamankan dalam kamar kost milik Jubaidah Sitty di Jalan Oe’Ekam RT 11/RW 05 Kelurahan Sikumana, ketiganya dalam keadaan mabuk.

Ketiga pasang muda-mudi ini diketahui mabuk minuman keras sejak Minggu (18/10/2020) malam hingga Senin (19/10/2020) dan membuat keributan.

Saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Sikumana, Bripka Marcel Nitte dan ketua RT 11 Kelurahan Sikumana, Hengky Nenobais datang, pintu kos dalam keadaan terkunci. Lampu kamar pun dalam keadaan mati. Bahkan, keenamnya tidur di atas satu tempat tidur.

Polisi mendata, dari tiga perempuan yang diamankan dalam kamar kost, Louisa Angelo Florince Dethan alias Jelo (17) dan Olanda Novani Ege alias Nova (16) merupakan anak bawah umur dan merupakan siswi SMA.

Sementara tiga pria itu satunya berprofesi sebagai nelayan, sales sepeda motor serta satu lainnya tidak memiliki pekerjaan tetap.

Ketua LPM Kelurahan Sikumana, Paulus Tulle awalnya mendapat laporan dari warga soal aktivitas penghuni kost yang sedang mengkonsumsi minunan keras serta  membuat keributan. Ia lalu mengadukan ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Sikumana.

“Kos itu selama ini disewa Novhry,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Sikumana, 

Bripka Marcel Nitte kepada wartawanSenin (19/10/2020).

Setelah diamankan, Bhabinkamtibmas kemudian menelepon orangtua anak bawah umur mendatangi rumah ketua RT 011 Kelurahan Sikumana untuk dibina.

“Mereka semua kita serahkan ke orangtua masing-masing,” katanya.

Dihadapan Bhabinkamtibmas, pemilik kost bersedia mengeluarkan Novhry dari kos. Novhry juga membuat surat pernyataan akan bertanggungjawab terhadap lima rekannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya pesta seks dari ketiga pasangan ini saat menggelar pesta minuman keras.

Plt Dirut: Tidak Ada Klaster Baru Covid-19 di Bank NTT, Nasabah Tidak Perlu Ragu

KOTA KUPANG – KOTA KUPANG – Pasca diumumkan oleh Tim Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si, bahwa saat ini di Kota Kupang telah ada klaster baru penyebaran Covid-19 yaitu klaster perbankan dan klaster BPN.

Plt Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho angkat bicara. Menurutnya informasi tentang ada salah seorang stafnya yang terkonfirmasi positif Covid-19, itu memang benar.

Akan tetapi, Alex menegaskan sejak yang bersangkutan positif, tidak ada kasus transmisi lokal atau penularan ke rekan-rekan kerja maupun pihak lain. Sehingga bukan merupakan klaster.

“Setahu saya, disebut klaster kalau ada penularan lanjutan kepada pihak-pihak lain seperti rekan kerja, tetangga, medis, atau bahkan anggota keluarga. Jadi tidak bisa disebut Klaster Bank NTT,” kata Alex seperti dilansir dari Viktorynews, Jumat (2/10/2020).

Hal senada disampaikan Direktur Umum Bank NTT, Johanes Umbu Landu Praing bahwa stafnya tersebut ketika pulang dari Bali langsung melakukan karangtina mandiri di hotel sampai dinyatakan positif 3 hari yang lalu.

“Sejak karangtina dia tidak pernah berhubungan atau bertemu langsung dengan rekan-rekan kerja dari Bank NTT,” ungkapnya.

Untuk itu, Umbu Landu Praing memastikan keamanan bagi setiap nasabah yang ingin melakukan transaksi di semua kantor Bank NTT.

“Kami pastikan dan menjamin kenyamanan nasabah jika berada di lingkungan kerja kantor Bank NTT. Pelayanan telah sesuai dengan standar protokol kesehatan. Manajemen juga menyiapkan tempat cuci tangan di setiap kantor pelayanan termasuk penataan kursi dan mewajibkan seluruh baik karyawan maupun nasabah menggunakan masker selama berada di Kantor Bank NTT,” tandasnya.

Juru Bicara Satgas Pencegahan Penanganan Covid-19 Kota Kupang Ernest Ludji menegaskan bahwa pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Bank NTT tidak pernah berkontak langsung dengan sesama rekan kerja, tetangga, maupun pihak lain sejak dinyatakan terpapar pada pertengahan September 2020 lalu.

“Pasien tidak pernah berhubungan atau berkontak dengan rekan di kantor maupun dengan Keluarga. Jadi tidak pernah ada penularan di Bank NTT,” ungkap Ernest dalam rilis yang diterima.

Oleh karna itu, Ernest meminta kepada seluruh masyarakat Kota Kupang yang akan melakukan transaksi apapun di Bank NTT, tidak perlu khawatir. Silakan datang ke Bank NTT karena aman dan tidak ada penularan,” pungkasnya.

Bank NTT dan BRI Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

KOTA KUPANG – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang mendetekasi terdapat klaser baru penyebaran Covid-19 yaitu klaster Perbankkan.

“Saya baru dapat laporan, ada dua bank di Kota Kupang yang jadi klaster baru yaitu Bank BRI dan Bank NTT,” sebut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si, Kamis (1/10/2020). 

Meski demikian, Ernest belum menjelaskan Bank BRI mana dan Bank NTT mana yang kini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

Ia merincikan, klaster Perbankan itu diantaranya, Bank BRI sebanyak 3 orang yang terdeteksi positif Covid-19 dan 1 orang di Bank NTT.

“Saat ini sedang dilakukan tracing dan pendalaman kasus untuk bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Disebutkan Ernest, sampai dengan saat ini sudah dilakukan Swab test terhadap 20 orang yang melakukan kontak erat dan masih menunggu hasil Swab.

Sampai dengan hari ini, Kamis (1/10/2020) 

Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang mendeteksi sebanyak 6 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sedangkan, perkembangan klaster Kanwil BPN NTT sampai dengan saat ini sudah dilakukan Swab test untuk yang telah kontak erat sebanyak 269 orang dengan hasil positif sebanyak 9 orang di Kupang. Juga, 1 orang di kabupaten TTU, dan masih sebanyak 252 orang menunggu hasil Swab test,” sebut juru Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si.

Penulis dan Editor: Jefri Tapobali

Kapolda NTT Bantu Kaki Palsu untuk Bocah Difabel, Yesi Ndun

KUPANG – Harapan bocah penyandang disabilitas, Yesi Ndun untuk memiliki kaki palsu bakal terwujud dalam waktu dekat.

Sejak diberitakan beberapa media, Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif langsung meminta Kabid Dokkes Polda NTT, Kombes Pol dr Sudaryono dan Kepala rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Polda NTT, Kompol dr Herry Purwanto untuk membuatkan kaki palsu.

Akhir pekan lalu, Kabid Dokkes Polda NTT menurunkan tim untuk pengukuran kaki palsu. Tim ini terdiri dari Kasat Bimas Polres Kupang, AKP Simon Seran, Kapolsek Takari, Iptu Paulus Malelak, Paur Kes Polres Kupang dan Hans Gapung sebagai pembuat kaki palsu.

Tim melakukan home visit di rumah Stenly Yesi Ndun di RT 006/RW 003, Dusun II Desa Tuapanaf, kecamatan Takari kabupaten Kupang. Tim juga mengumpulkan data dan identitas penyandang disabilitas serta keluarga serta mewawancarai Yessi dan keluaga. 

“Hasilnya, keluarga dan Yesi dengan senang hati mau menerima bantuan yang akan diberikan,” ujar Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif, Selasa (28/9/2020).

Hans Gapung, pembuat kaki palsu kemudian mengukur dan membuatkan mal kaki palsu. Mal contoh kaki palsu pun sudah jadi dan sudah dibawa Paur Kes Polres Kupang dan Hans Gapung ke rumah tempat pembuatan kaki palsu di Kupang dan selanjutnya diproses pembuatan.

Senin (29/9/2020), Tim dari Polda NTT menjemput Yesi Ndun dan keluarga. Yesi dibawa ke Kupang untuk mencoba mal kaki palsu. 

Stenly Yesi Ndun, bocah 7 tahun yang tinggal di Desa Tuapanaf RT 006/RW 003 Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT ini hanya memiliki satu kaki. Hal ini dialami Yesi sejak lahir. 

Sejak berumur tiga tahun, Yesi dan saudari kembarnya, Stela Ndun tinggal bersama kakek dan neneknya. Himpitan ekonomi, membuat kedua orangtua mereka merantau ke Kalimantan.

Meski fisiknya tak sempurna, bocah ini tetap semangat ke sekolah menggunakan tongkat dari kayu.

Kayu itu ia gunakan sebagai pengganti kakinya. Saban hari, ia harus berjalan sejauh 1 KM ke sekolah.

Bocah kelas 1 SDN Bijaesahan ini bermimpi punya kaki palsu. Namun orangtuanya yang hanya sebagai buruh kasar di Kalimantan tak memiliki dana.

Di rumah berdinding kayu, Yesi dan tiga saudara kandungnya hidup bersama kakek dan neneknya. 

Selain Yessi dan tiga saudaranya, ada empat cucu lain yang dipiara pasutri lansia ini. 

Forum Wartawan NTT Peduli Galang Bantuan 


Setelah memberitakan kondisi Stenly Yesi Ndun, bocah difabel di Desa Tuapanaf RT 006/RW 003 Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT, sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan NTT Peduli menggalang bantuan bagi bocah tujuh tahun ini. 

Sejak donasi dibuka pada 22 September 2020, sejumlah donatur mulai mendonasikan bantuannya. Hingga Senin (28/9/2020), sebanyak 16 donatur yang mendonasikan bantuan melalui rekening bank. Dari 16 donatur itu, total donasi yang masuk sebesar Rp. 9.000.000. 

Selain donasi dalam bentuk uang, ada sejumlah donatur yang berdonasi dalam bentuk sembako. 

Senin (28/9/2020), Forum Wartawan NTT Peduli menyerahkan langsung bantuan itu ke Yesi dan keluarganya. Air mata haru nenek Yesi, Ursula Takaep menetes saat menerima donasi yang digalang wartawan. 

“Saya ucapkan terimakasih buat wartawan NTT dan donatur yang sudah memberi bantuan. Saya tidak bisa membalas kebaikan semua ini, Tuhan yang akan membalasnya,” ujar Ursula. 

Koordinator Forum Wartawan NTT Peduli, Amar Ola Keda mengatakan, aksi penggalangan dana untuk Yessi Ndun merupakan bentuk aksi nyata kepedulian wartawan terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Tugas wartawan tidak hanya selesai di pemberitaan, tetapi lebih dari itu, harus ada aksi nyata,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (25/9/2020).

Ia mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendonasikan bantuan.

“Kaki palsu untuk Yesi, sudah ada donaturnya. Semoga forum ini terus bergerak dan menjadi jembatan kemanusiaan,” tandasnya.

Berikut nama donatur dan jumlah donasi yang digalang Forum Wartawan NTT Peduli: 

1. S, Rp 30.000

2. VL, Rp 250.000

3. L, Rp 500.000

4. IL, Rp 100.000

5. CR: 500.000

6. M, Rp 50.000

7. RE, Rp 5.000.000

8. EN, Rp 1.000.000

9. S, Rp 50.000

10. BM, Rp 50.000

11. EE, Rp 50.000

12. AK, Rp 300.000

13. GP-NM, Rp 350.000

14. TH , Rp 500.000

15. JT, Rp 100.000

16. OK, Rp 70.000

Total: Rp 9. 000.000. 

Banjir Bantuan

Pasca diberitakan beberapa media terkait kondisi Yesi Ndun, berbagai pihak menyalurkan bantuan untuk Yesi dan keluarganya. Diantaranya, pihak Polda NTT, Kapolres Kupang Kota, Tim Satlantas Polres Kupang, beberapa anggota DPRD NTT dan beberapa warga lainnya yang prihatin akan kondisi Yesi. 

Bahkan, kisah hidup Yesi yang diangkat media massa menyentuh hati Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk membantunya.

Melalui akun media sosial, juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan apresiasi kepada media yang menulis kisah Yesi sehingga persoalannya dapat diketahui publik.

“Dan, setelah membaca ini, InsyaaAllah Pak Menhan Prabowo akan membantu penyediaan kaki palsu Yessi,” kata Dahnil melalui akun media sosialnya, Selasa (22/9/2020).

Sehabis ini, Kementerian Pertahanan akan berkoordinasi dengan pihak Komando Daerah Militer setempat untuk menemui Yesi dan keluarga.

Untuk diketahui, selain donasi yang digalang Forum Wartawan NTT Peduli, donasi juga dibuka melalui rekening nenek Yesi, Ursula Takaep. Hingga Senin (28/9/2020), donasi yang masuk ke rekening nenek Ursula Takaep sebesar, Rp. 18.000.000. Sehingga total donasi untuk Yesi Ndun sebesar, Rp 27.000.000.

Bertengkar Dengan Istri, Seorang Suami di Kupang Nekat Bunuh Diri di Jembatan Liliba

KOTA KUPANG – Seorang pria yang diketahui bernama Haris Saragih (42), warga Kelurahan Liliba, membuat heboh masyarakat sekitar Jembatan Liliba, dan juga para pengguna jalan dengan aksi nekatnya yang ingin melakukan bunuh diri di Jembatan Liliba, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Selasa (29/9) sekira pukul 22.00 Wita.

Beruntung aksi percobaan bunuh diri ini dilihat oleh masyarakat sekitar. Istri pelaku juga langsung berusaha untuk menolongnya.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P.T. Binti, SIK,. melalui Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, S.H., mengatakan bahwa percobaan bunuh diri tersebut dipicuh oleh pertengkaran pelaku dengan istrinya.

Menurut saksi yang adalah istrinya bernama Olin Sinaga (42) bahwa mereka sempat bertengkar, sehingga korban keluar dari rumah.

Namun berselang tidak lama mendengar suara teriakan bahwa ada yang mau melakukan bunuh diri.

Sehingga saksi langsung pergi mengecek, ternyata itu adalah suaminya sehingga saksi langsung menarik leher korban dan masyarakat ikut membantu agar korban jangan melompat.

Tidak berselang lama anggota kepolisian Polres Kupang Kota tiba dan bersama-sama menarik dan mengangkat pelaku dari pinggir bagian bawah Jembatan Liliba di atas pipa, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Kejadian yang dilakukan diduga pelaku dalam keadaan depresi karena dirumahkan dari pekerjaannya selama tiga bulan.

Sampai saat ini saksi yang juga istri pelaku belum bisa diambil keterangannya karena masih syok atas kejadian tersebut.

Korban juga belum bisa diambil keterangan karena masih dalam pengobatan medis.

“Istri korban juga masih syok atas kejadian yang dilakukan oleh suaminya,” tutup Kasat Reskrim. (*/PT)

Kabar Gembira, TRP-Hegi Berjanji Akan Naikkan Upah Petani Garam di Sabu Raijua

SEBA – Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Sabu Raijua, Takem Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba atau Paket TRP – Hegi berjanji akan menaikkan upah para pekerja tambak yang ada di Sabu Raijua. 

Kehadiran tambak garam di Sabu Raijua kata Takem Radja Pono harus mampu memperbaiki ekonomi rakyat terutama para pekerja yang menjadi ujung tombak produksi garam Sabu Raijua.

Hal ini disampaikan oleh Takem Radja Pono saat bertemu para pekerja tambak garam di Lobo Bali, Desa, Bodae, Kecamatan Sabu Timur, Jumat, (11/9/2020).

“Garam ini harus kita kelola secara baik sehingga bisa menggerakkan ekonomi dan pembangunan di Sabu Raijua. Pekerja tambak adalah ujung tombak dari berhasil tidaknya kita memproduksi garam. Yang perlu ina ama ketahui adalah, hadirnya tambak garam ini memiliki tujuan yakni bagimana mengangkat dan menggerakkan ekonomi rakyat di daerah ini. Oleh karena itu jika jika saya dipercaya memimpin Sabu Raijua maka gaji pekerja tambak bisa kita naikkan dari 1,2 juta menjadi dua juta rupiah setiap bulan. Dari hitungan yang kita lakukan, masih banyak sisa uang yang bisa kita gunakan untuk kepentingan pembangunan,” kata Takem yang juga di dampingi calon wakil bupati, Hegi Radja Haba.

Paket TRP – Hegi berjanji akan menjadikan garam sebagai salah satu produk unggulan yang akan keluar dari Sabu Raijua. Produksi garam yodium kata Takem akan lebih ditingkatkan lagi tidak saja mengandalkan hasil jualan garam curah. 

“Garam Yodium kita harus tingkatkan untuk memenuhi kebutuhan di Sabu Raijua dan juga kita jual ke luar Sabu Raijua. Kita tidak hanya bergantung pada hasil jualan garam curuh. Nah jika kita kelola dengan baik tambak garam yang ada maka para pekerja bisa sejehtera dan kita bisa pacu pembangunan lewat uang dari penjualan garam,” tambah Paket yang diusung koalisi rakyat lewat jalur perseorangan atau independen ini.

Hal baru yang akan lakukan oleh Paket TRP – Hegi kata Takem Radja Pono adalah mengembangkan Nigarin atau Sari Air Laut (SAL). Nigarin sedang dikembangkan di Madura satu tahun terkahir ini. Nigarin, jelas TRP adalah  ekstrak air laut yang mengandung mineral mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Ia memiliki kandungan lebih dari 80 jenis mineral, termasuk Magnesium, Kalium, Besi, Kalsium, Boron, Selenium, dan Zinc. Nigarin merupakan cairan isotonis yang dapat membantu menjaga keseimbangan reaksi metabolisme di dalam tubuh. Khasiatnya banyak sekali, antara lain melangsingkan badan, detoksifikasi  atau mengeluarkan racun tubuh, merawat kulit, mencegah osteoporosis,mengatasi diabetes, dan memblokir serta membakar lemak. Di Jepang,  nigarin bahkan dikenal sebagai minuman pelangsing no 1.

“Kalau di Jepang Sari Air Laut itu disebut Nigari, lalu di Indonesia di Sebut Nigarin. Dalam bahasa ingris disebut Bittern. Kalau kita di Sabu mungkin lebih mengenal dengan sebutan Ai Ad’du” atau air pahit. Nah kedepan kita akan kembangkan ini. Harganya cukup tinggi. Sekarang produk Nigarin ini banyak orang yang menjual secara online atau lewat internet. Masyarakat Jepang sangat beruntung karena mereka sudah terbiasa minum nigari sebagai sumber magnesium. Sebenarnya Nigarin ini sudah digunakan oleh masyarakat Jepang maupun Cina dan Korea sejak ribuan tahun silam. Namun di Indonesia, Nigari ini baru diketahui dan dikembangkan. Nah Sabu Raijua sebagai wilayah dengan panas yang cukup baik untuk produksi garam maupun Nigarin tidak boleh diam. Sekali lagi kedepan saya akan lakukan itu jika rakyat Sabu Raijua memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengurus daerah ini,” kata TRP.

Di negeri Matahari Terbit lanjut TRP, nigari yang pahit memang sangat terkenal. Anak-anak hingga orang tua terbiasa mengkonsumsinya dalam kehidupan sehari-hari. Meski budaya memproduksi garam sudah sangat tua di Indonesia, tetapi nigari baru diperkenalkan setahun terakhir. Dr. Nelson Sembiring periset pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Timur yang memperkenalkannya. Nelson mengetahui khasiat nigari saat belajar di Jepang.

“Dari sisi ekonomi, Nigarin ini cukup mahal, sehingga selain kita mengelola garam, kita juga kelola nigarin ini. Harga di pasaran saat ini satu liter nigarin sekitar 30 hingga 40 ribu rupiah. Cukup menjanjikan sehingga saya yakin ketika kita mulai mengolah Nigarin di sabu raijua maka ada dua sumber uang yang kita punya yaitu uang jual garam dan uang jual nigarin,” papar TRP.

Para petani tambak garam begitu antusias dan mengaku baru pernah mendengar apa yang di sampaikan TRP kepada mereka. Mereka berharap agar pemimpin yang akan datang adalah orang yang sanggup melakukan inovasi-inovasi, terutama dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah serta mampu memberi manfaat bagi kesejahteraan  banyak orang. 

“Kami baru dengar tentang ini dan kami siap bekerja jika bapak jadi bupati nanti. Dulu ketika pemerintah mau buka lahan tambak garam, kami sempat ragu tapi karna bapak bupati MDT selalu datang diskusi dan meyakinkan kami maka kami dukung dan hasilnya kami sudah rasakan sekarang,” kata Jola salah satu pekerja tambak garam di Lobo Bali. (*)

Terbakar Api Cemburu, Seorang Suami Tega Membunuh Istrinya

KUPANG – Diduga karena terbakar api cemburu, Matius da Costa (58), seorang pensiunan PNS tega membunuh istrinya Erni Susanti Rondo (37), warga Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pelaku menghabisi korban dengan beberapa luka tusukan. Usai membunuh korban, pelaku kabur dengan membawa barang bukti.

Paur Humas Polres Kupang, Aiptu Lalu Randy Hidayat mengatakan, kasus ini sudah ditangani Polsek Kupang Timur sesuai laporan polisi nomor LP/B/26/IX/2020/Sek Kutim tanggal 4 September 2020, dengan pelapor, Fredik Rondo (66) kerabat korban.

Ia mengatakan, korban dan pelaku berkenalan di Kabupaten Rote Ndao dan sudah tinggal serumah sejak tahun 2015 silam. Selanjutnya mereka pindah ke Kupang dan sering berpindah tempat tinggal.

“Korban sering menceritakan ke kerabatnya kalau pelaku suka cemburu dan sering menganiaya korban, bahkan mengancam untuk membunuhnya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (7/9/2020).

Pada 11 Agustus 2020 lalu, pelaku dan korban bertengkar. Sebagai kerabat, Fredik Rondo kemudian menjadi juru damai dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Rupanya, pertengkaran itu terus berlanjut hingga terjadi pembunuhan.

“Motifnya cemburu,” tandasnya.

Setelah melakukan pengejaran, polisi akhirnya berhasil mengamankan pelaku. Saat ini, pelaku sudah ditahan di sel Polres Kupang sambil menunggu proses hukum lanjutan. (Red)

, , ,

Direksi Bank NTT: Seluruh Karyawan Bank NTT Waijb Manfaatkan Jasa Transportasi Online Kupang Jack

KOTA KUPANG – Sebagai wujud dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari tekanan dampak pandemi Covid-19, pihak Bank NTT melalui Plt Direktur Utama dan Direktur Pemasaran Dana akan mengeluarkan rekomendasi kepada semua karyawan Bank NTT bersama keluarganya untuk menggunakan jasa transportasi online karya anak daerah, Kupang Jack.

Hal ini ditegaskan, Direktur Pemasaran Dana Absalom Sine saat menyerahkan bantuan atribut berupa Jacket dan Helm kepada para pengemudi transportasi online Kupang Jack, di halaman kantor Bank NTT Pusat, Senin (7/9/2020). Menurutnya Kupang Jack adalah kreatifitas anak daerah yang wajib didukung penuh oleh seluruh masyarakat NTT.

“Kita Bank NTT akan memulai lebih dahulu dengan mewajibkan semua pegawai Bank NTT dan keluarganya untuk memanfaatkan jasa transportasi online ini,” ungkap Absalom Sine.

“Saya akan mendonwload dan akan lebih dahulu menggunakan jasa aplikasi ini. Ini anak-anak kita sendiri yang kreatif, kalau bukan kita yang mendukung mereka siapa lagi. Ini langkah awal dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk memanfaatkan produk lokal,” tegas mantan Direktur Kredit Bank NTT ini menambahkan.

Di tempat yang sama, Plt Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan kerjasama dengan Kupang Jack adalah salah satu upaya menyelamatkan UMKM agar kembali bangkit di tengah pandemik Covid-19 menjadi hal yang penting karena segmen ini memiliki peran penting terhadap perekonomian.

“Pada hari ini Bank NTT menjalin kerjasama dengan salah satu UMKM di bidang transportasi online, KUPANG JACK. Ini merupakan momen bersejarah untuk membangkitkan usaha dan kreativitas anak asli daerah, di tengah pandemik Covid-19,” ungkap Riwu Kaho.

Menurut Riwu Kaho, ini adalah langkah awal kemitraan yang saling membangun dengan tetap memperhatikan beberapa aspek dari sisi keselamatan, dengan standar pelayanan yang baik untuk konsumen.

“Ada beberapa skema kerjasama yang akan kita tindak lanjuti bersama Kupang Jack karena layanan transportasi online ini sudah ada di semua kabupaten di NTT.

Kupang Jack ini akan besar kalau kita bersinergi dengan baik,” tambah Riwu Kaho.

Selain jasa transportasi online, Kupang Jack juga akan menjadi Agen Dia Bisa Bank NTT.

“Mereka juga akan kami beri kemudahan untuk kredit merdeka. Karena dalam layanan ini banyak manfaat yang bisa diperoleh pengemudi, salah satunya perlindungan jaminan kerja dari Jamsostek, yang akan menanggung  semua biaya pengobatan apabila melalukan pengobatan di fasilitas kesehatan,” tandas Riwu Kaho. 

Sementara itu, John Antoni Pellandou, Operasional Kupang Jack, menjelaskan saat ini Kupang Jack sudah sangat siap melayani warga masyarakat Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Untuk kesiapan rider ada 126 orang, driver mobil 34 orang. Juga ada layanan pick up 3 orang, truck 2 orang dan layanan tangki air ada 3,” jelas John.

Diakuinya, Kupang Jack tidak hanya konsen di transportasi online tapi bersama-sama dengan UMKM di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang untuk berkolaborasi sehingga sama-sama bangkit dan tumbuh bersama.

“Kami juga bekerjasama dengan Bank NTT, melalui serah terima atribut (jaket dan helm). Selain itu juga para driver dibantu untuk menjadi agen Dia Bisa, jadi selain jadi driver kami juga bisa menjadi agen jual pulsa dan beberapa layanan lainnya yang ada dalam aplikasi,” jelasnya.

Para Driver juga akan menjadi Driver Eksklusif dalam hal membantu pihak Bank NTT dalam layanan kredit.

“Caranya kami akan membantu memberikan formulir kepada nasabah-nasabah yang ingin mengajukan kredit di Bank NTT dan juga memperlancar proses yang ada,” katanya.

Pantuan media ini, Plt Dirut Hary Aleksander Riwu Kaho, didampingi Direktur Pemasaran Dana, Absalom Sine dan Kepala Divisi Mikro Kecil dan Konsumer Johannis O. Tadoe, dan Kepala Divisi IT Bisnis, Salmon Terru menyerahkan bantuan atribut kepada para driver online Kupang Jack.

Untuk diketahui, Aplikasi transportasi online karya anak asli NTT ini sudah ada di setiap kabupaten Kota. Untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang menggunakan nama Kupang Jack. Sedangkan di kabupaten yang lain menyesuaikan dengan nama di wilayah masing-masing.

Penulis dan Editor: Jefri Tapobali

Ribuan Masyarakat Antar Willy Lay – Ose Luan Daftar ke KPU

ATAMBUA – Terik yang memancar seakan menambah semangat bagi para relawan dan simpatisan, untuk mengantarkan pasangan Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu Willy Lay-Ose Luan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu, Minggu, (6/9/2020).

Masa pendukung memulai start dari kediaman calon Bupati Willy Lay di Lolowa Haliren menuju kantor KPU menggunakan Sepeda Motor, Mobil mengelilingi Kota Atambua sebelum menuju ke Kantor KPU.

Konvoi Paket Sahabat bersama massa pendukung dikawal aparat Polres Belu. Konvoi berlangsung aman dan tertib hingga tiba di Kantor KPU.

Selain didampingi Ketua dan Sekretaris partai pengusung, begitu besar dukungan ribuan massa pendukung Paket dengan tagline Sahabat itu. Bahkan, karena tidak diperkenankan masuk ke area kantor KPU, massa tersebut berkerumun di depan kantor KPU. 

Setibanya di depan Kantor KPU, Pasangan Calon melakukan pemeriksaan suhu tubuh, dan mencuci tangan sebagai bagian dari mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Calon Bupati Belu Willy Lay saat diberikan kesempatan mengtakan, Ia bersama seluruh tim koalisi dan masyarakat pendukung datang guna  mendaftar ke KPU.

Ia juga menegaskan, Paket Sahabat datang dengan kekuatan penuh yakni seluruh pimpinan parpol pengusung dan tim yang datang tetap menerapkan protokol Covid-19.

Ia juga menyampaikan Terima Kasih kepada Ketua KPU beserta Tim, Bawaslu beserta Tim, TNI dan Polri yang ikut mengamankan proses pendaftaran ini serta semua komponen yang ikut terlibat dalam momentum pendaftaran Paket Sahabat.

Usai acara penerimaan, Paket Sahabat melakukan registrasi lalu masuk dalam ruangan untuk menyerahkan dokumen syarat pencalonan dan syarat calon kepada KPU untuk diverifikasi.

Ketua KPU Kabupaten Belu Mikhael Nahak menyampaikan terima kasih kepada Paket Sahabat bersama para pendukung dan tim koalisi.

Sementara itu, Usai Penyerahan berkas dan di lakukan verifikasi oleh KPU dan Bawaslu, Pihak KPU menyampaikan bahwa berkas pendaftaran paket Sahabat sudah lengkap. (AR)

TRP-Hegi Berjanji Akan Maksimalkan Semua Potensi Demi Kesejateraan Rakyat Sabu Raijua

SEBA – Deklarasi Pasangan Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sabu Raijua, Takem Irianto Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba atau paket TRP-Hegi dihadiri ribuan massa dari seluruh pelosok Sabu dan Raijua. Deklarasi tersebut digelar pada Sabtu, (5/9/2020) di Teni Hawu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua

Saat menyampaikan orasi politik dihadapan simpatisannya, Bakal Calon Bupati, Takem Irianto Radja Pono berjanji akan memanfaatkan semua sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di Sabu Raijua. Jika semua sumber daya mampu dikelola secara maksimal diharapkan tidak lagi terlalu bergantung dengan bantuan dana baik dari luar.

“Di tengah kesulitan alam Sabu Raijua yang ekstrim, sebenarnya Tuhan telah menyediakan sesuatu yang besar untuk negeri ini. Kita mengeluh dengan panas dan angin tapi jika kita mampu memanfaatkan panas dan angin itu maka kita bisa memproduksi garam secara besar dengan kualitas yang sangat baik. Nah ini sudah dilasanakan oleh pemerintahan sebelumnya sehingga jika rakyat Sabu Raijua memberikan kepercayaan pada TRP-Hegi maka kita akan tingkatkan lebih besar lagi,” Kata Takem Radja Pono.

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), kata Takem Radja Pono, orang Sabu Raijua tidak kalah dengan orang lain. Hal ini dibuktikan dengan bayaknya pemimpin cerdas yang lahir dari Bumi Hawu Miha. Jika semua sumber daya manusia yang ada di Sabu Raijua maupun yang ada di luar disatukan untuk membangun maka akan terjadi lompatan yang luar biasa di Sabu Raijua tidak saja pada pembangunan fisik tapi juga pembangunan manusia.

“Kalau kita mampu membangun semua sumber daya yang ada maka pulau yang kecil ini tidak terlampau sulit untuk dibangun. Kalau PAD kita besar tentu kita bisa dengan mudah membangun sesuai keinginan kita. Kedepan kita tidak hanya memperluas tambak garam tapi kita akan megelola Nigarin untuk mendongkrak PAD. Nigarin itu adalah Sari Air Laut atau yang kita biasa sebut Ai Paddu. Harganya cukup bagus. Sekarang berkisar 30 hingga 40 ribu per liter. Selama ini Ai Paddu itu dibuang percuma padahal berharga karna sangat penting khasiatnya untuk kesehatan dan kecantikan,” Papar Takem.

Takem Radja Pono juga berjanji jika kedepan dipercaya memimpin Sabu Raijua, dia akan melakukan gerakan untuk mengoptimalkan semua lahan yang ada di wilayah Sabu Raijua. Dengan demikian Takem berharap kebutuhan pangan untuk Sabu Raijua bisa tercukupi.

“Untuk pemenuhan kebutuhan pangan maka hal yang akan kita lakukan nanti adalah membangunkan lahan tidur. Embung-embung yang dibangun oleh pemerintah harus benar-benar dimanfaatkan secara baik, serta diberi sentuhan teknologi bagimana kita menanam di wilayah yang kering tapi tidak terlalu menggunakan air yang banyak. Kalau sumber air seperti embung masih kurang maka bisa ditambah, untuk menunjang ketersediaan air di wilayah-wilayah yang selama ini dibiarkan tidur oleh masyarakat. Kondisi ini tentu tak terlepas dari kondisi alam yang keras, tapi sebagai manusia yang memiliki akal, kita harus mampu menundukkan kondisi alam yang keras itu demi ketersediaan pangan bagi generasi di Sabu Raijua,” kata Takem Radja Pono.

Takem menegaskan, Pemerintah harus mampu mengurus masyarakat mulai dari perutnya. Salah satu kebutuhan manusia yang tak bisa digantikan adalah kebutuhan terhadap pangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka pemerintah tidak boleh ongkang-ongkang kaki dan hanya duduk dibelakang meja. Pemerintah harus memastikan bagimana caranya supaya jangan ada satupun rakyat yang tidur dalam kondisi perut kosong. 

Untuk itu lanjut Takem, maka salah satu cara yang harus dilakukan adalah bagimana memaksimalkan semua potensi lahan di Sabu Raijua dan dikelola sesuai dengan kondisi tanah di wilayah tersebut.

“Pangan itu adalah sesuatu yang tidak bisa tergantikan dari kehidupan manusia, tanpa pangan manusia akan mati, dan tanpa pangan yang cukup dan bergisi maka manusia menjadi tidak cerdas. Ini adalah tanggungjawab pemerintah bagimana memenuhi kebutuhan pangan rakyat tanpa harus tergantung pada beras murah atau bantuan non tunai. Kita harus bergerak bersama dan mimpi itu tentu bisa terwujud jika masyarakat sebagai pemegang kedaulatan memberi kepercayaan kepada saya untuk mengurus Sabu Raijua,” kata Takem.

Kehadiran Ribuan masyarakat hari ini kata Takem Radja Pono karna sebuah tujuan untuk Sabu Raijua yang diintai. 

“Hari Ini menjadi bukti bahwa apa yang dikatakan orang Vox Populi Vox Dei atau Suara Rakyat adalah Suara Tuhan. Sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Rakyat Sabu Raijua telah membuka Pintu bagi Paket TRP-Hegi Untuk bertarung di Pilkada Sabu Raijua. Saya yakin, jika Rakyat yang telah membuka pintu maka tak akan ada satu setanpun yang sanggup menutupnya. Dengan pintu yang telah dibuka sendiri oleh rakyat maka kita akan melihat langit baru dan bumi baru,” tutup Takem disambut tepuk riuh ribuan tangan para simpatisan.

Sementara Ketua DPD II Partai Golkar Sabu Raijua, Simon Dira Tome dalam orasi politiknya mengatakan Partai Golkar tidak asal-asalan dalam mendukung Paket TRP-Hegi tapi sudah melalui berbagai tahapan yang dilakukan sesuai mekanisme partai.

“Sebagai partai yang telah dua kali memenangkan pertarungan Pilkada di Sabu Raijua maka Golkar telah melakukan berbagai tahapan dan mekanisme partai hingga akhirnya menentukan pilihan. Sesuai hasil survei yang dilakukan oleh partai Golkar maka TRP-Hegi berada diurutan teratas sehingga Golkar menetapkan dukungan pada Paket Koalisi rakyat ini,” kata Simon yang juga Wakil Ketua DPRD Sabu Raijua ini.

Sebagai partai pendukung Koalisi Rakyat TRP-Hegi kata Simon Dira Tome, pihaknya sudah mengistruksikan mesin partai untuk memenangkan pasangan ini. 

“Sebagai Partai pendukung Golkar ada berada di garda depan. Secara hirarki Partai sudah memerintahkan semua kader untuk bersatu padu untuk memenangkan Paket TRP-Hegi,” pungkas Simon yang juga Wakil Ketua DPRD Sabu Raijua ini.

Ketua DPD, Partai Hanura NTT, Refafi Gah menegas kepada masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua untuk tidak memilih pemimpin yang loyo serta tidak memiliki semangat untuk melayani masyarakat secara maksimal. Sabu Raijua kata Refafi, harus mampu berubah dari kondisi yang ada saat ini sehingga semangat otonomi daerah itu bisa terwujud lewat kesejahteran rakyat.

“Masyarakat Sabu Raijua harus menggunakan momentum politik ini untuk tidak memilih pemimpin yang loyo dan tidak memiliki semangat dalam melayani rakyat. Sebab apa, pemimpin yang loyo hanya melaksanakan tugas protokol saja tanpa memikirkan apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari masyarakat,” Tegas Refafi yang juga Anggota DPRD NTT ini. 

Kehadiran Takem Radja Pono dan Hegi Tadja Haba kata Refafi harus mampu menghapus air mata dan penderitaan rakyat yang selama ini terpinggirkan. Dua sosok orang muda tersebut dinilai telah mapan di bidang birokrasi sehingga akan mampu menjalankan roda pemerintahan secara baik di Kabupaten Sabu Raijua.

“Kembalikan harkat dan martabat masyarakat yang hidup sulit. Kehadiran dua orang ini harus seperti matahari yang selalu setia terbit untuk semua orang dengan hati nurani serta memiliki karakter yang matang dan menguning untuk selalu siap dipanen dengan suka cita oleh setiap rakyat yang mencintainya,” kata Refafi. 

Jika masyarakat Sabu Raijua salah mengambil kesempatan pada tanggal 9 Desember 2020 kata Refafi Gah maka masyarakat akan semakin terperosok dalam jurang kesengsaraan. 

“Untuk itu saya tegaskan jangan salah pilih. Satukan hati untuk memilih Paket TRP-Hegi. Saya juga mengistruksikan kepada semua jajaran pengurus dan kader Hanura di Sabu Raijua untuk bekerja keras memenangkan Paket TRP-Hegi, Tutup Refafi.

Ketua DPC PAN Kabupaten Sabu Raijua, Yesua Koroh mengatakan Pilkada Sabu Raijua Tahun ini bukan ajang memilih penguasa. Dia juga berharap agar rakyat Sabu Raijua harus cerdas dalam memilih sehingga tidak lagi hanya terbuai dengan janji semata.

“Partai PAN menyadari dengan benar bahwa apa yang dikehendaki oleh rakyat wajib hukumnya didukung. Oleh sebab itu, paket TRP-Hegi yang didukung rakyat lewat jalur independen wajib diberi ruang untuk membangun Sabu Raijua. PAN akan bersama-sama bekerja keras untuk memenangkan paket ini,” tegas Yesua yang juga Staf Ahli Fraksi PAN DPRD NTT ini. (*jrg)