oleh

Ajukan Kredit Rp 10 Miliar di Bank NTT, Debitur Hanya Dapat Rp 3 Miliar, Sisanya Berlabuh Dimana?

KOTA KUPANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT kembali menangkap dua tersangka dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja pada Bank NTT Cabang Surabaya sebesar Rp 139 Miliar tahun 2018 dengan estimasi kerugian negara senilai Rp 127 Miliar lebih.


Keberhasilan Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT berkat kerjasama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

“Dua tersangka yang ditangkap adalah pasangan suami istri, William Kodrata dan Loe Mei Lien,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Yulianto kepada wartawan di Kantor Kejati NTT, Senin (06/07/2020) siang.


Menurut Yulianto berdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka masing-masing mengajukan pinjaman kredit Rp 10 Miliar jadi total Rp 20 miliar.


“Tapi yang mereka berdua terima hanya Rp 6 miliar, sisanya Rp 14 miliar diterima oleh Stefen Sulaiman,” ungkap Yulianto.


Berdasarkan keterangan para tersangka lainnya yang telah lebih dahulu ditangkap, Ilham Nurdianto mengajukan pinjaman kredit Rp 10 Milliar namun faktanya juga hanya menerima Rp 3 Milliar. 

“Maka nampak jelas konstruksi yuridisnya, bahwa kredit ini sebagai alat bagi para tersangka untuk mengarong uang bank NTT. Jadi modusnya adalah bahwa kredit ini adalah hanya merupakan alat atau kedok untuk mengambil uang dari bank NTT yang kita banggakan,” tandasnya. 


Selain itu, kata Yulianto, informasi yang didapat baik dari pengacara mengatakan bahwa Mohammad Ruslan salah satu tersangka yang belum ditangkap, mengajukan pinjaman kredit sebesar Rp 40 miliar namun hanya menerima Rp 12,5 miliar. 

“Makanya kenapa yang kita buru adalah para debitur ini supaya konstruksi yuridisnya kita dapat secara utuh. Namun sayangnya Ruslan sampai saat ini belum berhasil kita amankan, tapi akan kita kejar terus,” katanya.


Yulianto juga menjelaskan pada saat dilakukan penangkapan terhadap kedua tersangka (William Kodrata dan Loe Mei Lien) didapatkan fakta baru bahwa tersangka dilarang hadir oleh beberapa orang yang sudah kita identifikasi. 



“Setelah tim nanti kumpul kembali ke tempat ini, tidak tertutup kemungkinan apabila alat bukti cukup maka siapapun yang menghalang-halangi proses penyidikan akan kita tetapkan tersangka. Nanti di fakta persidangan akan ketahuan siapa yang melarang mereka hadir. Mengungkap lebih ke dalam secara total keseluruhan namun kita tetap menghargai dan menggunakan asas praduga tak bersalah,” tegas Yulianto.


Hingga saat ini jumlah aset dan uang yang berhasil di sita Kejati NTT dari tangan para tersangka nilainya sudah mencapai Rp 115 miliar lebih. Tim penyidik terus bekerja melakukan pencarian aset-aset para tersangka.

Penulis dan Editor: Jefri Tapobali

Komentar

Berita Terbaru