oleh

Kasus Kehilangan Uang Negara Ditutup Dengan Kriminalisasi, Kuasa Hukum Minta Penyidik Polda NTT Tinjau Ulang

KOTA KUPANG – Tommy Jacob selaku Kuasa hukum Stefanus Jefons alias Kang Asep Jeff meminta penyidik Polda NTT untuk meninjau kembali penetapan tersangka kliennya.

Menurut pengacara yang akrab disapa TJ ini, ada beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan bagi penyidik untuk meninjau kembali penetapan tersangka karena kritikannya yang disampaikan itu menyangkut kasus kehilangan uang negara dalam brankas di balai diklat.

“Kejadian uang hilang dalam brankas di balai diklat ini sudah terjadi dua kali tapi sampai dengan klien saya ditetapkan tersangka kasus ini sampai sekarang belum terungkap siapa pelakunya. Seharusnya pihak kepolisian fokus pada kritikan masyarakat bukan mengutamakan penghinaan seperti yang diadukan pelapor (Margarita Sulabesi),” tandas TJ.

“Kenapa kasus kehilangan uang negara ditutup dengan kriminalisasi kritikan masyarakat. Masyarakat yang mengkritik terakhir masyarakat dilapor, kriminalisasi. Sementara ini kasus kehilangan uang negara, Extra ordinary crime,” sambung TJ.


TJ melanjutkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2018 tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Jadi hak-haknya itu ada. Klien saya harusnya dilindungi bukan dikriminalisasi seperti ini,” kata TJ.

TJ juga mempertanyakan penetapan tersangka terhadap kliennya oleh penyidik sementara kliennya dalam keadaan sakit.

“Klien saya ini dalam keadaan sakit, penyidik harus meninjau ulang penetapan tersangka ini,” katanya.

Dalam objek hinaan yang dilaporkan, TJ mempertanyakan ahli bahasa yang digunakan untuk menafsirkan kritikan itu?

“Baingao dan buta knop ini bahasa prokem kupang, bahasa gaul jaman dulu. Harusnya yang dihadirkan ahli bahasa daerah Kupang, para orangtua dulu yang mempunyai sertifikasi atau kompetensi bukan ahli bahasa Indonesia,” kritik TJ.

Komentar

Berita Terbaru